Kompas.com - Media Malaysia turut menyoroti kegagalan tim bulutangkis putra Indonesia melangkah ke babak perempat final Piala Thomas 2026. Indonesia dipaksa angkat koper lebih cepat setelah menelan kekalahan mengecewakan di laga pamungkas fase grup.
Hasil Pahit di Laga Penentuan
Dalam pertandingan yang berlangsung di Forum Horsens, Denmark, pada Selasa (28/4/2026), Indonesia harus mengakui keunggulan Perancis dengan skor telak 1-4. Padahal, Indonesia membutuhkan kemenangan atau setidaknya kekalahan tipis 2-3 untuk bisa lolos. Namun, kenyataan berkata lain. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi skuad Merah Putih.
Sejarah Kelam Pertama Kali
Kegagalan ini mencatatkan sejarah kelam karena untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia gagal melewati fase grup Piala Thomas. Prestasi buruk ini mendapat sorotan luas, termasuk dari media di Malaysia yang meliput perkembangan turnamen bergengsi tersebut.
Media Malaysia menyoroti betapa mengejutkannya hasil tersebut, mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan tradisi kuat di cabang bulutangkis, khususnya di ajang Piala Thomas. Mereka menulis bahwa kekalahan ini menjadi salah satu kejutan terbesar di turnamen tahun ini.
Dengan hasil ini, Indonesia harus menelan pil pahit dan melakukan evaluasi total untuk kembali bangkit di masa mendatang. Dukungan dan kritik dari berbagai pihak diharapkan dapat menjadi cambuk bagi para pemain dan pelatih untuk memperbaiki performa di ajang-ajang berikutnya.



