KOMPAS.com - Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting menjadi dua pemain yang paling terpukul setelah kegagalan tim beregu putra Indonesia di Piala Thomas 2026. Indonesia harus angkat koper lebih awal setelah hasil mengecewakan di laga pamungkas fase grup.
Kekalahan Telak dari Perancis
Di pertandingan yang berlangsung di Forum Horsens, Denmark, pada Selasa (28/4/2026), tim Indonesia hanya mampu meraih satu kemenangan dan harus menyerah 1-4 dari Perancis. Hasil ini menjadi pukulan telak bagi skuad Merah Putih.
Sejarah Kelam
Kekalahan ini mencatatkan sejarah kelam karena untuk pertama kalinya Indonesia gagal melewati fase grup Piala Thomas. Padahal, Indonesia hanya membutuhkan kemenangan atau setidaknya kalah tipis 2-3 untuk lolos.
Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting, sebagai pemain andalan, merasa sangat bertanggung jawab atas kegagalan ini. Keduanya gagal menyumbangkan poin krusial bagi tim. Kekecewaan mendalam terlihat dari raut wajah mereka usai pertandingan.
Pelatih tim mengakui bahwa performa pemain di bawah standar dan lawan bermain sangat agresif. Ia berharap evaluasi menyeluruh dapat dilakukan untuk memperbaiki performa di turnamen mendatang.
Kegagalan ini menjadi pelajaran berharga bagi bulutangkis Indonesia untuk terus berbenah dan bangkit kembali.



