KOMPAS.com - Iran secara resmi mengajukan 10 syarat kepada Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) sebagai jaminan keikutsertaan mereka di Piala Dunia 2026. Turnamen bergengsi tersebut akan diselenggarakan di tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Federasi Sepak Bola Iran Tegaskan Prinsip Negara
Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) menegaskan bahwa tim nasional mereka tetap akan tampil di Piala Dunia 2026 tanpa harus mengorbankan keyakinan, budaya, dan prinsip-prinsip negara. Hal ini disampaikan dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Senin (17/3/2025).
Namun, Iran juga meminta kepada pihak tuan rumah untuk mempertimbangkan berbagai kekhawatiran yang telah mereka ajukan. Permintaan ini muncul setelah Presiden FFIRI, Mehdi Taj, dilaporkan sempat ditolak masuk ke Kanada menjelang Kongres FIFA pada April 2026.
Kekhawatiran Iran Terkait Keamanan dan Politik
Beberapa syarat yang diajukan Iran berkaitan dengan keamanan dan politik. Iran ingin memastikan bahwa pemain dan ofisial tim tidak akan menghadapi diskriminasi atau hambatan politik selama berada di negara tuan rumah. Selain itu, Iran juga meminta jaminan bahwa simbol-simbol nasional dan agama mereka dihormati.
Langkah ini diambil setelah adanya insiden penolakan masuk terhadap Presiden FFIRI ke Kanada. Iran menganggap hal tersebut sebagai bentuk diskriminasi yang tidak dapat ditoleransi.
Respons FIFA dan Langkah Selanjutnya
FIFA saat ini masih meninjau 10 syarat yang diajukan oleh Iran. Organisasi sepak bola dunia itu diharapkan memberikan tanggapan resmi dalam waktu dekat. Sementara itu, Iran tetap optimistis dapat berpartisipasi di Piala Dunia 2026 dan berharap FIFA dapat memfasilitasi kebutuhan mereka.
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi pertama yang diselenggarakan oleh tiga negara sekaligus. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung pada Juni hingga Juli 2026.



