Siswa Indonesia Raih 5 Medali di Olimpiade Fisika Internasional 2026
Siswa Indonesia Raih 5 Medali di Olimpiade Fisika 2026

Indonesia berhasil membawa pulang lima medali dari ajang International Physics Olympiad (IPhO) 2026 yang digelar di Bucaramanga, Kolombia. Prestasi tersebut terdiri dari satu medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu. Medali emas diraih oleh Evan Syatia To, siswa SMAK Penabur Gading Serpong, yang mengaku menghadapi tantangan berat selama kompetisi.

Tantangan Fisik dan Adaptasi Waktu

Evan Syatia To menceritakan bahwa salah satu tantangan terbesar adalah perbedaan waktu sebanyak 12 jam antara Indonesia dan Kolombia. Hal ini memengaruhi kondisi fisik para peserta. “Perbedaan waktu 12 jam membuat kami harus beradaptasi dengan cepat. Tubuh terasa lelah, tetapi kami tetap berusaha maksimal,” ujar Evan dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com.

Selain Evan, dua medali perak diraih oleh siswa lainnya, sementara dua medali perunggu melengkapi raihan Indonesia. Total ada lima siswa yang mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi tersebut. Mereka harus melalui seleksi ketat dan pembinaan intensif sebelum berangkat ke Kolombia.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dukungan Pemerintah dan Sekolah

Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan pemerintah, sekolah, dan orang tua. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan apresiasinya terhadap capaian para siswa. “Kami bangga dengan prestasi anak-anak Indonesia di kancah internasional. Ini membuktikan bahwa kualitas pendidikan sains di Indonesia terus meningkat,” kata perwakilan Kemendikbudristek.

SMAK Penabur Gading Serpong juga memberikan dukungan penuh kepada Evan. Pihak sekolah menyediakan fasilitas laboratorium dan bimbingan khusus untuk persiapan Olimpiade. “Kami selalu mendorong siswa untuk berprestasi di bidang sains. Evan adalah contoh nyata bahwa kerja keras dan dedikasi membuahkan hasil,” ucap Kepala Sekolah SMAK Penabur Gading Serpong.

Perbandingan dengan Tahun Sebelumnya

Pencapaian tahun ini lebih baik dibandingkan IPhO 2025, di mana Indonesia hanya meraih tiga medali perak dan dua perunggu. Peningkatan perolehan medali emas menjadi catatan positif bagi pembinaan fisika di Indonesia. Evan berharap prestasinya dapat menginspirasi siswa lain untuk tertarik pada fisika. “Saya ingin berbagi pengalaman bahwa fisika itu menyenangkan dan penuh tantangan. Jangan takut untuk mencoba,” pesannya.

IPhO 2026 diikuti oleh lebih dari 80 negara. Kompetisi berlangsung selama sepuluh hari dengan serangkaian ujian teori dan praktikum. Para peserta diuji kemampuan pemecahan masalah fisika tingkat lanjut. Indonesia berharap dapat terus meningkatkan prestasi di ajang serupa di masa mendatang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga