Dominik Paris Cetak Sejarah di Olimpiade Musim Dingin 2026 dengan Medali Perunggu
Atlet ski alpine asal Italia, Dominik Paris, berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Olimpiade Musim Dingin 2026 yang digelar di Cortina, Italia. Ia meraih medali perunggu di nomor ski alpine, sekaligus menjadi peraih medali tertua kedua dalam cabang tersebut pada usia 36 tahun.
Prestasi Ganda: Atlet dan Musisi
Pencapaian Paris di Olimpiade ini menarik perhatian publik tidak hanya karena kemampuannya di lereng salju, tetapi juga karena kiprahnya di dunia musik. Di luar arena olahraga, ia dikenal sebagai vokalis band groove metal, menambah dimensi unik pada profilnya sebagai atlet berprestasi.
Medali perunggu ini menjadi medali Olimpiade pertama sepanjang karier Paris, meskipun sebelumnya ia telah mengoleksi 24 kemenangan balapan Piala Dunia. Prestasi ini mengukuhkan posisinya sebagai salah satu atlet ski alpine terkemuka di dunia.
Perolehan Medali di Cabang Ski Alpine
Dalam kompetisi yang sama, medali perak berhasil diraih oleh rekan senegaranya, Giovanni Franzoni, sementara medali emas menjadi milik atlet Swiss, Franjo von Allmen. Hasil ini menunjukkan persaingan ketat di cabang ski alpine dalam Olimpiade Musim Dingin 2026.
Prestasi Paris dianggap semakin spesial karena ia berhasil meraih medali di usia yang relatif matang untuk seorang atlet ski alpine. Hal ini membuktikan bahwa dedikasi dan konsistensi dapat mengantarkan pada kesuksesan, bahkan di tingkat kompetisi tertinggi seperti Olimpiade.
Dengan latar belakang ganda sebagai atlet dan musisi, Dominik Paris menjadi inspirasi bagi banyak orang yang ingin mengejar passion di berbagai bidang. Kiprahnya di dunia olahraga dan musik menunjukkan bahwa bakat dapat berkembang secara paralel, tanpa harus mengorbankan salah satunya.