Sebanyak 269 atlet muda, terdiri dari 188 putra dan 81 putri, masih bertahan di Audisi Umum PB Djarum 2026 yang berlangsung di GOR Angkasa, Pekanbaru, Riau, Kamis (9/7/2026). Mereka tidak hanya bertanding, tetapi juga memperjuangkan mimpi mendapatkan Super Tiket, jalan menuju pembinaan di PB Djarum yang telah melahirkan banyak pemain kelas dunia.
Fase Turnamen: Ajang Pembuktian Kualitas Asli
Dari 306 peserta yang mendaftar, hanya 269 atlet yang tersisa setelah melalui seleksi awal. Bagi para peserta, kemenangan menjadi target utama. Namun, bagi tim pencari bakat, ada hal yang lebih penting daripada sekadar skor akhir.
Koordinator Tim Pencari Bakat Atlet Putri PB Djarum, Hendrawan, menegaskan bahwa fase turnamen menjadi kesempatan terbaik untuk melihat kualitas asli seorang pemain. "Kami tidak hanya mencari atlet yang bisa menang, tetapi juga melihat potensi jangka panjang, seperti mental, teknik, dan kemampuan beradaptasi," ujarnya.
Super Tiket: Gerbang Menuju Pembinaan Elit
Super Tiket bukan sekadar tiket menang, melainkan akses ke program pembinaan intensif PB Djarum yang telah terbukti menghasilkan pemain-pemain kelas dunia. Program ini mencakup pelatihan fisik, teknik, taktik, serta pengembangan mental yang komprehensif.
Para atlet yang berhasil meraih Super Tiket akan bergabung dalam pusat pelatihan PB Djarum, yang selama ini menjadi kawah candradimuka bagi pebulu tangkis Indonesia seperti Taufik Hidayat, Hendrawan, dan lainnya.
Persaingan Ketat di GOR Angkasa
Suasana di GOR Angkasa Pekanbaru terasa intens. Setiap pertandingan menjadi ajang unjuk kemampuan. Para peserta datang dari berbagai daerah di Riau dan sekitarnya, membawa harapan keluarga dan mimpi menjadi atlet profesional.
Hendrawan menambahkan, "Kami melihat banyak bakat potensial di sini. Persaingan sangat ketat, dan kami berharap dapat menemukan atlet-atlet yang bisa dibina menjadi pemain internasional."
Dampak bagi Pembinaan Bulu Tangkis Nasional
Audisi Umum PB Djarum merupakan agenda tahunan yang dinantikan oleh pecinta bulu tangkis Indonesia. Program ini tidak hanya mencari bibit unggul, tetapi juga berkontribusi pada regenerasi atlet nasional. Dengan adanya Super Tiket, PB Djarum terus berkomitmen melahirkan juara-juara baru untuk mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.



