Serangan Israel di Gaza Utara Tewaskan Lima Orang, Termasuk Balita 3 Tahun
Israel melancarkan serangan militer ke wilayah utara Palestina di Gaza, yang mengakibatkan lima orang tewas, termasuk seorang balita berusia tiga tahun. Dilansir dari AFP pada Selasa, 14 April 2026, kekerasan ini terus terjadi di jalur Gaza meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak 10 Oktober lalu. Israel dan Hamas saling menuduh melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata, memperburuk ketegangan di kawasan tersebut.
Korban Tewas dalam Serangan Kendaraan Polisi
Juru bicara badan pertahanan sipil Gaza, Mahmoud Bassal, mengonfirmasi bahwa empat orang tewas dalam serangan yang menargetkan sebuah kendaraan polisi di Kota Gaza. "Empat orang tewas, termasuk seorang anak dan beberapa lainnya terluka... dalam serangan yang menargetkan kendaraan polisi," ujarnya. Balita yang menjadi korban teridentifikasi sebagai Yahya al-Mallahi, yang baru berusia tiga tahun. Rumah sakit Al-Shifa di Kota Gaza telah menerima jenazah para korban tewas tersebut.
Bassal juga melaporkan bahwa satu orang lagi tewas akibat tembakan Israel di daerah Beit Lahia utara pada Selasa pagi, sehingga total korban tewas pada hari itu menjadi lima orang. Kementerian Dalam Negeri Gaza menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pesawat tempur Israel telah menargetkan kendaraan polisi di pusat kota, menyebabkan beberapa orang tewas dan terluka.
Penyelidikan dan Reaksi dari Militer Israel
Saat dihubungi oleh AFP, militer Israel mengatakan sedang menyelidiki detail serangan tersebut. Rekaman AFP menunjukkan warga Palestina berkumpul di sekitar jenazah seorang pria, yang kemudian diletakkan di atas tandu dan dibawa untuk dimakamkan. Insiden ini memperlihatkan dampak langsung dari konflik yang berkepanjangan di Gaza, di mana warga sipil sering menjadi korban dalam pertikaian antara Israel dan kelompok Hamas.
Kekerasan di Gaza terus berlanjut meskipun upaya gencatan senjata telah diimplementasikan, menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut. Serangan ini menambah daftar korban jiwa dalam konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, dengan anak-anak dan warga sipil sering kali menjadi yang paling menderita.



