Insanul Fahmi Ancam Laporkan Wardatina Mawa ke Komnas Anak Jika Tak Bisa Temui Anak
Insanul Fahmi Ancam Laporkan Wardatina ke Komnas Anak

Insanul Fahmi Siapkan Langkah Tegas ke Komnas Anak Jika Wardatina Mawa Tetap Batasi Pertemuan

Pengusaha Insanul Fahmi mengungkapkan rencana untuk menemui Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) jika mantan pasangannya, Wardatina Mawa, terus membatasi waktu pertemuannya dengan anak-anak mereka. Pernyataan ini disampaikan Insanul di Jakarta baru-baru ini, menandai eskalasi dalam konflik hak asuh yang telah berlangsung.

Opsi Terakhir untuk Hindari Drama Panjang

Dalam wawancara, Insanul menjelaskan bahwa langkah ini akan diambil bersama dengan rekannya, Bang Tomi, jika tidak ada respons positif dari Wardatina mengenai permintaan pertemuan dengan anak. "Makanya dalam beberapa waktu ini, kalau misalnya memang masih belum ada respons buat ketemu anak, kayaknya aku sama Bang Tomi pengin tegas ke Komnas," ujarnya.

Namun, ia menekankan bahwa melaporkan kasus ini ke Komnas Anak merupakan opsi terakhir yang ingin dihindari. "Tapi sebenarnya itu mungkin opsi terakhir karena kami enggak pengin dramanya panjang," tambah Insanul. Ia menyayangkan kemungkinan ini terjadi, karena menurutnya, hal tersebut akan memperpanjang urusan dan menambah kompleksitas situasi.

Latar Belakang Konflik dan Upaya Damai

Insanul telah berusaha melakukan pendekatan damai dengan Wardatina Mawa, termasuk mengirim pesan yang tidak dibalas. Upaya ini dilakukan untuk menjaga hubungan baik dan memastikan hak anak-anak tetap terpenuhi tanpa melibatkan pihak ketiga. Namun, ketegangan terus berlanjut seiring dengan pembatasan akses yang diterapkan Wardatina.

Kasus ini menyoroti pentingnya perlindungan hak anak dalam konflik orang tua, di mana Komnas Anak sering menjadi mediator untuk memastikan kepentingan terbaik anak. Insanul berharap Wardatina dapat lebih kooperatif sebelum langkah hukum resmi diambil.

Dengan ancaman ini, Insanul Fahmi menunjukkan keseriusannya dalam memperjuangkan hak bertemu anak, sambil tetap berupaya menghindari drama publik yang berkepanjangan. Situasi ini terus dipantau oleh publik yang peduli pada isu keluarga dan anak.