Tidur Saat Puasa Bernilai Ibadah? Dosen UIN Ungkap Fakta Hadisnya
Tidur Saat Puasa Bernilai Ibadah? Dosen UIN Ungkap Fakta

Tidur Saat Puasa Dianggap Ibadah, Benarkah Demikian?

Rasa lemas, mengantuk, dan kurang bertenaga sering kali menjadi keluhan yang dialami banyak orang saat menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan. Untuk mengatasi hal ini, tak sedikit individu yang memilih menghabiskan waktu hingga menjelang berbuka dengan tidur dalam durasi yang lama, dengan harapan waktu terasa lebih cepat berlalu.

Keyakinan Umum dan Pertanyaan Mendasar

Sebagian masyarakat bahkan meyakini bahwa tidur saat berpuasa tidak hanya sekadar istirahat, tetapi juga bernilai ibadah dan dapat mendatangkan pahala dari Allah SWT. Keyakinan ini kerap disebarkan dalam percakapan sehari-hari atau melalui media sosial, menimbulkan pertanyaan: Benarkah tidur selama puasa memiliki dasar hukum yang kuat dalam Islam?

Penjelasan Ahli dari UIN Raden Mas Said Surakarta

Menanggapi hal ini, Prof. Dr. Imam Makruf, S.Ag., M.Pd., seorang dosen dari UIN Raden Mas Said Surakarta, memberikan klarifikasi yang penting. Beliau menjelaskan bahwa memang ada hadis yang sering dijadikan rujukan terkait nilai ibadah tidur saat puasa. Hadis tersebut biasanya dikutip untuk mendukung keyakinan bahwa tidur orang yang berpuasa adalah ibadah.

Namun, Prof. Imam Makruf menekankan bahwa hadis rujukan ini termasuk dalam kategori hadis lemah atau dhaif. Artinya, sanad (rantai periwayatan) atau matan (isi) hadis tersebut tidak memenuhi kriteria keabsahan yang ketat menurut ilmu hadis. Dengan demikian, hadis ini tidak dapat dijadikan dasar hukum yang kuat dalam syariat Islam.

Implikasi dan Saran Praktis

Penjelasan ini mengindikasikan bahwa meskipun tidur saat puasa mungkin membantu menghemat energi dan menghindari aktivitas yang membatalkan puasa, klaim bahwa tidur tersebut secara otomatis bernilai ibadah dan mendatangkan pahala khusus tidak didukung oleh dalil yang sahih. Sebaliknya, umat Muslim disarankan untuk:

  • Memfokuskan ibadah puasa pada niat yang tulus dan menghindari hal-hal yang mengurangi pahala.
  • Mengisi waktu puasa dengan aktivitas produktif seperti membaca Al-Qur'an, berdzikir, atau berbuat kebaikan.
  • Beristirahat secukupnya tanpa berlebihan, agar tetap sehat dan bugar selama menjalankan ibadah.

Dengan pemahaman ini, diharapkan masyarakat dapat menjalankan puasa dengan lebih bijak, tidak hanya mengandalkan tidur sebagai cara untuk mendapatkan pahala, tetapi juga aktif dalam amal shaleh lainnya.