Bripka Bayu, Polisi Relawan Guru Bahasa Inggris di Madrasah Pelosok Cianjur
Bripka Bayu: Polisi Relawan Guru di Madrasah Pelosok Cianjur

Dedikasi Bripka Bayu: Mengajar Bahasa Inggris di Madrasah Pelosok Cianjur

Bripka Bayu Angga Kusumanegara bukan hanya seorang anggota kepolisian di mata warga Kampung Gunung Jantung, Desa Leuwikoja, Cianjur, Jawa Barat. Dia juga dikenal sebagai guru relawan mata pelajaran Bahasa Inggris di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Jihad, sebuah sekolah dasar yang berada di daerah terpencil dengan fasilitas serba terbatas.

Kondisi Memprihatinkan MI Al Jihad

Kepala MI Al Jihad, Heni Salamina, mengungkapkan kondisi memilukan sekolah yang dipimpinnya. "Sekolah kami memiliki 33 siswa dari 2 RW, fasilitasnya sangat terbatas. Lantainya belum stabil, bangunannya dari tahun 1972-an. Sekitar 50 persen bangunan layak digunakan, kadang-kadang saat musim hujan saya harus menghentikan pembelajaran karena takut atapnya roboh," tutur Heni dengan nada prihatin.

Sekolah ini hanya memiliki tiga guru tetap, sehingga kehadiran Bripka Bayu sebagai pengajar Bahasa Inggris sangat berarti. Heni bahkan mengusulkan Bripka Bayu sebagai kandidat Hoegeng Awards 2026 karena kontribusinya yang luar biasa.

Perjalanan Tiga Tahun Mengabdi

Bhabinkamtibmas Polsek Mande ini sudah tiga tahun mengajar di MI Al Jihad secara sukarela, tanpa menerima honor sama sekali. Medan yang ditempuhnya sangat menantang - perjalanan pergi-pulang membutuhkan waktu hampir empat jam melalui jalan berbukit dan terjal.

"Saya sering kasihan melihat Pak Bayu. Pernah dia terjatuh dari motor, bajunya compang-camping, sepatunya robek. Bukan satu atau dua kali, tapi cukup sering karena medan perjalanan yang licin saat musim hujan," kenang Heni dengan perasaan haru.

Antusiasme Siswa dan Komitmen Tanpa Pamrih

Meski harus menyesuaikan jadwal mengajar dengan tugas kepolisiannya setiap Selasa atau Jumat, antusiasme siswa terhadap kedatangan Bripka Bayu sangat tinggi. "Anak-anak sering bertanya, 'Ibu, kapan Pak Bayu datang lagi?' Mereka sangat menunggu kedatangannya," ujar Heni yang juga merangkap sebagai guru di sekolah tersebut.

Berkat dedikasi Bripka Bayu, prestasi siswa pun menunjukkan peningkatan. "Alhamdulillah ada lulusan MI Al Jihad yang menjadi nomor satu di SMP-nya berkat bantuan Pak Bayu. Dari pihak sekolah baru, mereka mengacungkan jempol," tambah Heni bangga.

Perbaikan Fasilitas Secara Bertahap

Bripka Bayu tidak hanya mengajar, tetapi juga aktif memperbaiki kondisi sekolah. Berkat upayanya, MI Al Jihad kini sudah menikmati aliran listrik sejak dua tahun terakhir - bantuan yang diperoleh melalui Kapolres Cianjur. Namun, sekolah ini masih belum memiliki MCK, musala, dan ruang guru yang layak.

"Kami swadaya sebisa mungkin. Sekarang bangunan sudah dicat berkat bantuan dermawan. Karena pengajuan bantuan resmi agak sulit, kami berusaha sendiri bersama kepala sekolah, Pak RT, dan warga," jelas Bripka Bayu tentang upaya perbaikan fasilitas sekolah.

Motivasi dan Visi Pendidikan

Bripka Bayu mengungkapkan awal mula ketertarikannya mengajar di MI Al Jihad. "Saya tergerak secara nurani melihat kondisi sekolah yang memprihatinkan, kekurangan tenaga pengajar, serta fasilitas yang minim. Desa ini merupakan desa binaan saya," kata polisi yang memiliki kemampuan dasar Bahasa Inggris ini.

Baginya, pendidikan sangat penting untuk generasi penerus bangsa, terutama di era digital seperti sekarang. "Bahasa Inggris sangat dibutuhkan. Anak-anak di pedesaan juga harus mendapatkan pelajaran Bahasa Inggris seperti mereka yang di kota. Ini motivasi saya untuk memajukan kualitas sumber daya manusia di desa binaan," tegas Bripka Bayu.

Selain mengajar di MI Al Jihad, Bripka Bayu juga aktif dalam program Police Goes to School yang menyampaikan berbagai materi seperti pencegahan kenakalan remaja dan anti-perundungan di sekolah-sekolah lain.

MI Al Jihad merupakan satu-satunya sekolah dasar di desanya. Akses menuju Kampung Gunung Jantung hanya bisa dilalui menggunakan kendaraan roda dua, dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai petani. Tantangan medan dan keterbatasan fasilitas tidak menyurutkan semangat Bripka Bayu untuk terus berkontribusi dalam dunia pendidikan anak-anak pelosok Cianjur.