Bocah 9 Tahun Diselamatkan Setelah Terkunci di Van Sejak 2024 di Prancis
Bocah 9 Tahun Diselamatkan dari Van di Prancis Sejak 2024

Bocah 9 Tahun Diselamatkan Setelah Terkunci di Van Sejak 2024 di Prancis Timur

Seorang bocah berusia 9 tahun berhasil diselamatkan setelah terkunci di dalam mobil van milik ayahnya di wilayah Prancis timur sejak tahun 2024. Kejadian tragis ini terungkap setelah pihak berwenang menerima laporan dari warga setempat mengenai suara anak kecil yang berasal dari sebuah kendaraan.

Kondisi Memprihatinkan Saat Ditemukan

Jaksa setempat, Nicolas Heitz, mengungkapkan bahwa polisi mendapat laporan pada Senin lalu di desa Hagenbach, dekat perbatasan dengan Swiss dan Jerman. Setelah mendobrak pintu van, petugas menemukan anak itu dalam keadaan yang sangat memilukan.

"Anak itu terbaring meringkuk, telanjang, tertutup selimut di atas tumpukan sampah dan dekat kotoran," kata Heitz seperti dilansir CNN pada Minggu (12/4/2026). Bocah tersebut mengalami kekurangan gizi parah dan tidak dapat lagi berjalan akibat duduk terlalu lama dalam kondisi terkurung.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Motif dan Pengakuan Pelaku

Ayah anak laki-laki itu mengaku kepada penyidik bahwa dia menempatkan anaknya di dalam van pada November 2024 dengan alasan "untuk melindunginya". Menurut pengakuannya, pasangannya ingin mengirim anak yang saat itu berusia 7 tahun ke rumah sakit jiwa. Namun, jaksa menegaskan tidak ada catatan medis yang menunjukkan bahwa anak tersebut memiliki masalah kejiwaan sebelum menghilang.

Bocah itu sendiri mengatakan kepada penyidik bahwa dia mengalami kesulitan besar dengan pasangan ayahnya dan berpikir ayahnya "tidak punya pilihan" selain mengurungnya. Dia juga mengaku belum mandi sejak tahun 2024, menunjukkan betapa lamanya penderitaan yang dialaminya.

Tindakan Hukum dan Dampak Keluarga

Ayah anak tersebut kini dikenai dakwaan penculikan dan dakwaan lainnya, serta telah ditahan. Sementara itu, pasangannya membantah mengetahui bahwa anak laki-laki itu diculik, meskipun menurut jaksa, wanita itu berada di dalam van saat kejadian. Ia dikenai dakwaan awal, termasuk karena gagal membantu anak di bawah umur yang dalam bahaya, dan dibebaskan dengan pengawasan yudisial.

Dua anak lainnya, yaitu saudara perempuan korban yang berusia 12 tahun dan putri pasangan ayahnya yang berusia 10 tahun, telah ditempatkan di bawah pengawasan layanan sosial. Kantor kejaksaan masih menyelidiki apakah ada pihak lain yang mengetahui penahanan anak laki-laki tersebut.

Reaksi Lingkungan dan Investigasi Lanjutan

Teman dan keluarga mengatakan kepada penyelidik bahwa mereka mengira anak laki-laki itu berada di lembaga psikiatri. Guru-gurunya juga diberitahu bahwa dia telah dipindahkan ke sekolah lain, sehingga tidak ada yang curiga akan kejadian sebenarnya.

Warga Hagenbach yang dihubungi oleh Associated Press mengaku kaget atas kasus ini dan menyatakan bahwa mereka sama sekali tidak mengetahui keberadaan anak laki-laki itu. Pihak berwenang belum merilis nama korban atau kerabatnya untuk melindungi privasi.

Kasus ini menyoroti pentingnya perlindungan anak dan kewaspadaan masyarakat terhadap tanda-tanda kekerasan. Investigasi masih berlanjut untuk mengungkap seluruh fakta di balik insiden yang mengguncang komunitas kecil di Prancis ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga