Data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menempatkan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagai wilayah dengan jumlah pemain judi online (judol) terbanyak di Indonesia. Menanggapi hal tersebut, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan bahwa judi online dan narkoba adalah musuh bersama yang harus diperangi.
"Tapi prinsipnya adalah yang namanya judi online, peredaran narkoba, itu menjadi perang kita bersama. Kita harus melindungi generasi-generasi penerus kita yang ada di Kabupaten Bogor," kata Rudy kepada wartawan, Jumat (3/7/2026).
Instruksi dan Satgas Antijudol
Rudy mengungkapkan bahwa instruksi secara lisan maupun tulisan telah diberikan hingga ke tingkat kecamatan untuk disosialisasikan. Langkah pencegahan berupa pemeriksaan juga dilakukan. "Bahkan kita pun kan membentuk satgas tim tersendiri pada saat itu dan sampai sekarang pun masih bergulir, masih berjalan," ucapnya. "Bahkan tadi pun kita sudah mendapat jadwal, ini ada jadwal rutin salah satunya adalah kita rutin menggelar namanya pemeriksaan tes narkoba di beberapa wilayah yang ada di Kabupaten Bogor," tambah dia.
Jabodetabek Pusat Judol Nasional
Sebelumnya, kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tercatat sebagai daerah dengan pemain judi online terbanyak. PPATK bahkan melabeli Jabodetabek sebagai pusat aktivitas judol nasional. "Data PPATK tahun 2025 menunjukkan adanya konsentrasi aktivitas judi online di sejumlah wilayah, dengan Jabodetabek menjadi salah satu klaster terbesar secara nasional," tulis PPATK dalam akun Instagram resminya, Rabu (24/6).
Berdasarkan data PPATK, tiga wilayah di Jabodetabek dengan jumlah pemain judol terbanyak adalah:
- Kabupaten Bogor: 103.092 pemain dengan deposit Rp 414,4 miliar
- Jakarta Barat: 89.320 pemain dengan deposit Rp 600,6 miliar
- Jakarta Timur: 81.750 pemain dengan deposit Rp 425,9 miliar



