WN Liberia Tipu Pebisnis Korsel Rp 1,6 Miliar dengan Modus Black Dollar di Jakbar
WN Liberia Tipu Pebisnis Korsel Rp 1,6 M dengan Black Dollar

WN Liberia Tipu Pebisnis Korsel Rp 1,6 Miliar dengan Modus Black Dollar di Jakbar

Polisi menangkap dua warga negara asing (WNA) asal Liberia dalam kasus penipuan yang menyasar pengusaha dari Korea Selatan di wilayah Jakarta Barat. Modus operandi yang digunakan adalah black dollar atau dolar hitam, dengan total kerugian korban mencapai Rp 1,6 miliar.

Penangkapan di Apartemen Meruya

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo, mengonfirmasi bahwa kedua pelaku berinisial SDT dan I diamankan di sebuah apartemen di Meruya, Kembangan, Jakarta Barat, pada Rabu (18/3). Penangkapan dilakukan oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat saat mereka sedang makan di dalam gedung apartemen tersebut.

Dalam video yang beredar, terlihat petugas menunjukkan surat perintah penangkapan dan meminta kedua tersangka mengangkat tangan untuk pemeriksaan badan. Petugas juga mengamankan satu koper yang diduga berisi cairan black dollar dalam bungkus berwarna cokelat. Kedua WN Liberia kemudian dibawa ke Polres Jakarta Barat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Korban Mengalami Kerugian Besar

Wakasatreskrim Polres Jakarta Barat, Kompol Raden Dwi Kennardi, yang akrab disapa Ken, mengungkapkan bahwa korban adalah pengusaha asal Korea Selatan berinisial LBO. "Total kerugiannya kurang lebih Rp 1,6 miliar," ujarnya di Mapolres Jakbar, Selasa (31/3/2026).

Ken menjelaskan bahwa tersangka SDT dan IDK telah ditangkap, sementara satu pelaku lain berinisial PL masih dalam daftar pencarian orang (DPO). Mereka menargetkan korban dengan terlebih dahulu mempelajari latar belakangnya melalui percakapan, seperti mengetahui usaha atau perusahaan yang dimiliki.

Modus Penipuan yang Terstruktur

Kasi Humas Polres Jakarta Barat, AKP Wisnu Wirawan, menerangkan bahwa kejadian ini bermula pada pertengahan Agustus 2025. Ketiga tersangka bertemu dan berkenalan dengan LBO di sebuah mal di Jakarta. "Tersangka SDT alias JP menawarkan investasi berupa black dollar kepada korban di salah satu hotel di Jakarta Barat," jelasnya.

Selanjutnya, tersangka IDK alias JK dan SDT memperlihatkan uang black dollar sebesar USD 3.300 kepada korban. SDT kemudian mencuci uang tersebut menggunakan cairan khusus hingga tampak bersih seperti uang asli. Mereka memberikan USD 300 kepada korban, yang berhasil ditukar ke rupiah, untuk membangun kepercayaan.

Pada 24 September 2025, ketiga tersangka bertemu korban di apartemennya dengan membawa dua koper berisi uang dolar. Mereka meminta USD 50.000 dari korban dengan alasan untuk mengambil tiga koper lain yang tertahan di Bea Cukai bandara. Korban pun memberikan uang tersebut.

Eskalasi Penipuan dan Penggelapan

Setelah itu, tersangka kembali ke apartemen korban dengan membawa tiga koper dan satu jerigen cairan. SDT mengeluarkan USD 22.000 dari koper dan mencucinya, tetapi hanya sebagian yang berhasil karena cairan kurang. "Tersangka SDT alias JP meminta uang ke korban sebesar USD 62.500 untuk membeli cairan baru, namun korban mengatakan tidak memiliki uang," kata Ken.

Pada 21 Desember 2025, ketiga tersangka kembali datang dan korban memberikan USD 50.000. Mereka berpura-pura pergi membeli cairan, lalu SDT mengajak korban bertemu di mall untuk memperlihatkan koper berisi dua jerigen cairan. "Atas kejadian ini, korban menderita kerugian, dengan barang bukti yang disita termasuk enam koper dan lima brankas berisi tumpukan kertas hitam atau black dollar," tambah Ken.

Satu Pelaku Masih Buron

Polisi telah menetapkan tiga WN Liberia sebagai tersangka, yaitu SDT, IDK, dan PL. "Satu orang lagi PL alias P melarikan diri dan saat ini sebagai DPO," kata AKP Wisnu Wirawan. Proses penyidikan masih berjalan, dengan koordinasi dilakukan bersama Imigrasi karena status tersangka sebagai warga negara asing.

Kasus ini mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap penipuan investasi berkedok black dollar, yang kerap menjanjikan keuntungan besar namun berujung pada kerugian finansial yang signifikan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga