Wanita Lansia 70 Tahun Jadi Korban Penipuan Hipnotis di Malaysia, Rugi Rp 43,4 Juta
Korban Penipuan Hipnotis di Malaysia Rugi Rp 43,4 Juta

Wanita Lansia 70 Tahun Jadi Korban Penipuan Hipnotis di Malaysia, Rugi Rp 43,4 Juta

Seorang perempuan lanjut usia menjadi korban penipuan bermodus hipnotis di sebuah pusat perbelanjaan di Kuala Lumpur, Malaysia. Insiden ini mengakibatkan korban kehilangan perhiasan senilai 10.000 ringgit Malaysia atau setara dengan sekitar Rp 43,4 juta.

Kronologi Kejadian di Jalan Pandan Prima

Peristiwa penipuan tersebut terjadi pada hari Jumat, 20 Februari 2025, sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Lokasi kejadian berada di kawasan Jalan Pandan Prima, sebuah area yang ramai di ibu kota Malaysia.

Kepala Kepolisian Distrik Ampang Jaya, ACP Khairul Anuar Khalid, memberikan penjelasan rinci mengenai kasus ini. Korban adalah seorang pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) yang telah berusia 70 tahun.

Modus Operandi Tiga Pelaku

Menurut laporan polisi, korban awalnya didekati oleh tiga orang pelaku yang bekerja sama. Kelompok ini terdiri dari sepasang suami istri dan seorang perempuan lainnya. Salah satu pelaku diduga merupakan warga negara Indonesia (WNI).

Modus penipuan yang digunakan cukup licik. Para pelaku meminta bantuan korban dengan mengaku memiliki tiket lotre yang bernilai sangat tinggi, yaitu sebesar 300.000 ringgit Malaysia. Mereka mengeluh tidak dapat mencairkan tiket tersebut karena tidak memiliki dokumen identitas yang diperlukan.

Untuk membujuk korban, para pelaku menjanjikan imbalan atau bagian dari hadiah lotre jika sang wanita lansia bersedia membantu proses pencairan. Situasi ini kemudian dimanfaatkan untuk melakukan aksi hipnotis atau pengelabuan yang membuat korban tidak sadar dan akhirnya menyerahkan perhiasan miliknya.

Kerugian Material dan Implikasi Kasus

Korban mengalami kerugian material yang signifikan, dengan perhiasan senilai 10.000 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 43,4 juta hilang. Kasus ini menyoroti kembali bahaya penipuan dengan modus hipnotis yang sering menargetkan kelompok rentan seperti lansia.

Polisi Malaysia kini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan pelaku dan mencegah kejadian serupa terulang di masa depan. Masyarakat, terutama warga Indonesia yang berada di Malaysia, diimbau untuk selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengincar properti berharga.