43 Warga Tenjo Bogor Jadi Korban Investasi Bodong Sembako, Rugi Rp 1,1 M
43 Korban Investasi Bodong di Tenjo Bogor, Rugi Rp 1,1 M

43 Warga Tenjo Bogor Jadi Korban Investasi Bodong Sembako, Kerugian Capai Rp 1,1 Miliar

Sebanyak 43 warga di Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi korban penipuan dengan modus investasi sembako. Polisi mengungkapkan total kerugian yang dialami para korban mencapai angka fantastis, yaitu Rp 1,1 miliar.

Modus Penipuan dengan Iming-iming Harga Murah

Kapolsek Tenjo, Iptu Hendrik Hartono, menjelaskan bahwa pelaku menawarkan investasi dalam bentuk sembako seperti minyak goreng dan gula pasir dengan iming-iming keuntungan besar. "Pelaku menawarkan harga yang jauh di bawah pasaran, misalnya minyak goreng yang biasanya Rp 39.000 per kilogram dijual hanya Rp 30.000," ujar Hendrik kepada media pada Minggu (29/3/2026).

Strategi ini berhasil menarik banyak warga, terutama perempuan, untuk menginvestasikan uang mereka. "Rata-rata korbannya perempuan. Ada yang investasi Rp 60 juta, bahkan ada yang mencapai Rp 200 juta," tambah Hendrik. Setelah berhasil mengumpulkan dana dalam jumlah besar, pelaku kemudian menghilang tanpa jejak.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Demo Warga dan Tindakan Preventif Polisi

Insiden ini memicu aksi unjuk rasa warga pada Jumat (26/3/2026) siang. Sejumlah korban mendatangi rumah pelaku di Puri Tenjo untuk menuntut keadilan. Polisi segera turun tangan untuk mencegah situasi menjadi anarkis.

"Kami datang ke lokasi untuk meredam emosi warga dan menghindari tindakan anarkis. Kami khawatir terjadi penjarahan atau pihak lain memanfaatkan situasi," jelas Kapolsek Tenjo. Upaya ini berhasil meredakan ketegangan dan mengarahkan warga untuk melaporkan kasus secara hukum.

Proses Hukum dan Kondisi Terkini

Setelah intervensi polisi, situasi di lokasi berangsur kondusif. Warga bersedia mengikuti proses hukum dengan membuat laporan polisi di Polsek Tenjo. "Alhamdulillah situasinya kondusif. Kami sosialisasikan perkara hukum, akhirnya mereka mau ikut ke Polsek buat laporan," kata Hendrik.

Polisi menekankan pentingnya respons cepat dalam kasus seperti ini. "Kalau kita biarkan atau telat, mungkin sudah pada masuk rumah pelaku sampai berbuat anarkis," imbuhnya. Saat ini, pelaku masih dalam pencarian, sementara proses hukum terhadap kasus penipuan investasi ini terus berjalan.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran investasi dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat, terutama yang melibatkan barang kebutuhan pokok seperti sembako.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga