Sopir Angkot Tewas Gantung Diri di Kontrakan Bogor, Diduga Depresi
Sopir Angkot Tewas Gantung Diri di Kontrakan Bogor

Sopir Angkot Tewas Gantung Diri di Kontrakan Bogor, Diduga Depresi

Bogor - Seorang sopir angkot berinisial WA (41 tahun) ditemukan meninggal dunia dalam keadaan gantung diri di kontrakannya di Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Jasad korban ditemukan di dalam kamar mandi kontrakan tersebut pada Sabtu (21/2/2026) malam lalu.

Kronologi Penemuan Jasad

Kapolsek Gunung Putri, Kompol Aulia Robby, menjelaskan bahwa penemuan ini berawal dari kecurigaan seorang warga. Warga tersebut melihat air di kamar mandi kontrakan korban meluap dan toren airnya habis, sehingga menimbulkan tanda tanya.

"Saksi mencurigai kontrakan yang ditempati oleh korban dikarenakan air yang ada di kamar mandi luber serta air yang ada di toren habis," ujar Kompol Aulia Robby pada Selasa (24/2/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Setelah mengetuk pintu kontrakan dan tidak mendapat respons, saksi melaporkan kejadian ini kepada Ketua RT setempat. Bersama dengan warga lain dan keluarga korban, mereka akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam kontrakan melalui jendela.

Kondisi Korban Saat Ditemukan

Di dalam kamar mandi, korban ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa dengan kondisi tergantung. "Saksi masuk ke dalam kontrakan lewat jendela dan mengecek ke kamar mandi, dan didapati korban sudah dalam keadaan gantung diri," tambah Kapolsek.

Polisi masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif di balik tindakan tragis ini. Dugaan sementara mengarah pada masalah depresi atau tekanan mental yang dialami korban, meskipun penyebab pastinya masih ditelusuri.

Peringatan dan Dukungan Kesehatan Mental

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda atau orang terdekat mengalami gejala depresi dengan kecenderungan pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan dengan pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, atau klinik kesehatan mental.

Kejadian ini menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, terutama di kalangan pekerja dengan tekanan tinggi seperti sopir angkot. Dukungan sosial dan akses layanan konseling diharapkan dapat mencegah insiden serupa di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga