Penjaga Warung di Jakbar Harap Wanita Viral Tak Bayar Makan Ditangkap: Meresahkan Pedagang
Penjaga Warung Jakbar Harap Wanita Tak Bayar Ditangkap

Penjaga Warung di Jakbar Harap Wanita Viral Tak Bayar Makan Ditangkap: Meresahkan Pedagang

Aksi seorang wanita yang viral karena kerap makan dan menggunakan jasa ojek online (ojol) tanpa membayar kembali terjadi di kawasan Srengseng, Jakarta Barat (Jakbar). Zahra (22), penjaga warung yang menjadi korban, berharap wanita tersebut segera diamankan karena tindakannya merugikan pedagang kecil dan pekerja jasa.

"Maunya ditangkap aja, meresahkan pedagang soalnya. Dia enak banget main asal minta. Dia enggak tahu kan warung lagi sepi," kata Zahra kepada detikcom saat ditemui, Selasa (24/2/2026).

Kerugian Kecil Tapi Berulang

Zahra mengaku tidak melaporkan peristiwa itu ke polisi karena pemilik warung memilih untuk mengikhlaskan kerugian yang ditimbulkan. "Sebenarnya mau dibawa ke polisi, tapi takut nanti malah ribet dan keluar biaya lagi. Bos saya juga bilang, 'enggak apa-apa biarin aja, anggap aja amal'," ungkapnya.

Meski nominal kerugiannya tak seberapa, Zahra menilai tindakan pelaku merugikan pedagang dan pekerja jasa lainnya. "Lebih kasihan lagi ke ojol, mereka ruginya lebih gede, belum uang bensin dan tenaga," sambung Zahra.

Modus yang Meresahkan

Zahra menceritakan peristiwa tidak mengenakan itu terjadi pada Minggu (22/2) siang. Saat itu, dia tengah menjaga warung seperti biasanya, tiba-tiba seorang wanita duduk di depan warungnya tanpa permisi. "Lagi nahan ngantuk, tiba-tiba bunyi brek (suara wanita duduk di kursi), ternyata ada cewek duduk. Saya pikir kok ini orang enggak ada permisi, enggak ada apa-apa tiba-tiba duduk, tapi saya biarin aja," lanjut dia.

Menurut Zahra, modus yang digunakan wanita tersebut cukup meresahkan. Awalnya, pelaku masuk ke area warung dan duduk diam. Saat ditanya, ia hanya menunjuk-nunjuk barang dagangan seolah enggan berbicara. "Dia cuman nunjuk doang. Saya tanya 'Panas apa dingin?', kata dia 'Anget'. Ya sudah saya bikinin. Pas saya bikinin (kopinya), ternyata dia ngambil jajanan satu," jelas Zahra.

Kecurigaan Zahra terbukti ketika wanita itu tiba-tiba beranjak dan mencoba memberhentikan sebuah angkot yang melintas. Zahra langsung berteriak dan mengejarnya. "Ada angkot, dia langsung jalan aja, saya teriakin 'Mba belum bayar saya'. Terus pas angkotnya berhenti saya ngomong ke sopirnya, 'Bang, jangan dikasih masuk, dia belum bayar saya', akhirnya angkotnya jalan," tutur Zahra.

Pelaku Marah dan Berdalih

Wanita tersebut justru marah dan berdalih bahwa dia tidak membeli, melainkan hanya meminta. Hal ini membuat Zahra geram, mengingat pelaku tidak pernah melontarkan kata izin untuk meminta sebelumnya. "Dia kekeuh enggak mau bayar. Katanya, 'Saya minta, saya minta'. Saya bilang, 'Lu enggak ada ngomong minta. Kalau lu ngomong minta dari awal, saya kasih'. Masalahnya saya kerja sama orang, ada bosnya," tegas Zahra.

Zahra mengungkapkan bahwa penampilan wanita tersebut jauh dari kesan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Pelaku terlihat bersih, mengenakan jaket, kacamata, dan membawa dua tas besar. "Orangnya enggak kelihatan orang gila, orang biasa. Malah wangi banget, wangi anak bayi kayak minyak telon. Enggak dekil sama sekali. Makanya saya enggak ngeh kalau itu dia (wanita viral)," imbuhnya.

Harapan untuk Tindakan Tegas

Zahra berharap pihak berwenang, seperti Dinas Sosial atau Satpol PP, segera mengamankan wanita tersebut. Meski kerugian yang dialami kecil, namun menurutnya perilaku pelaku yang telah berulang tidak bisa dianggap sepele. "Ini bukan cuma sekali, tapi sudah viral dan meresahkan banyak pedagang. Harus ada tindakan tegas agar tidak terjadi lagi," tambah Zahra.

Insiden ini menyoroti pentingnya perlindungan bagi pedagang kecil dan pekerja jasa di tengah tantangan ekonomi. Zahra berpesan agar masyarakat lebih waspada dan melaporkan jika mengalami hal serupa.