Pencuri Buang Isi Koper Turis Thailand ke Sungai di Bromo karena Ketakutan
Pencuri Buang Isi Koper Turis Thailand ke Sungai di Bromo

Pencuri Buang Isi Koper Turis Thailand ke Sungai di Bromo karena Ketakutan

Rombongan wisatawan asal Thailand mengalami insiden pencurian koper di kawasan wisata Gunung Bromo. Tiga orang pelaku nekat menggondol tujuh koper milik turis tersebut, kemudian membuang isinya ke sungai untuk menghilangkan jejak.

Kejadian di Depan Museum Sukapura

Peristiwa pencurian ini terjadi pada Sabtu, 15 Februari 2026, di depan Museum Sukapura yang terletak di Desa Wonotoro. Para pelaku mengambil kesempatan saat rombongan turis Thailand sedang beraktivitas di sekitar lokasi wisata populer tersebut.

Korban yang merasa dirugikan segera melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian. Melalui penyelidikan yang dilakukan, polisi berhasil melacak sinyal GPS dari salah satu barang elektronik milik korban yang masih aktif.

Pelacakan Mengarah ke Probolinggo

Sinyal GPS tersebut mengarahkan penyidik ke rumah pasangan suami istri, Edi Siswanto (46) dan Novita Frasiska (45), yang berlokasi di kawasan Probolinggo. Sayangnya, ketika petugas mendatangi kediaman mereka, pasangan tersebut sudah tidak berada di tempat.

Polisi kemudian melakukan penggerebekan di rumah pelaku lainnya, Abdurohim, yang beralamat di Jalan Manggis, Probolinggo. Hanya dalam waktu satu jam setelah penggerebekan, Edi dan Novita berhasil diamankan oleh aparat kepolisian.

Barang Bukti Dibuang ke Sungai Pilang

Kapolres Probolinggo, AKBP M Wahyudin Latif, menjelaskan bahwa berdasarkan penelusuran petugas, seluruh barang hasil kejahatan telah dibuang ke Sungai Pilang di Kota Probolinggo. Tindakan ini dilakukan pelaku dengan tujuan menghilangkan barang bukti yang dapat memberatkan mereka.

"Setelah kami lakukan penelusuran, semua barang-barang hasil kejahatan itu dibuang di sungai. Untungnya sebagian ditemukan di hulu sungai sebelum terbawa arus ke laut. Untuk barang elektronik, semuanya sudah dihancurkan lalu dibuang juga," ujar Wahyudin.

Pelaku Ketakutan dan Belum Sempat Menjual Barang Curian

Wahyudin menambahkan bahwa para pelaku belum sempat menjual hasil curian mereka. Hal ini disebabkan oleh rasa takut yang melanda setelah mereka mengetahui bahwa sinyal ponsel dari barang elektronik korban mengarah ke rumah mereka.

"Tidak ada yang sempat terjual karena para pelaku ketakutan setelah mengetahui sinyal ponsel mengarah ke rumah mereka," tegas Kapolres Probolinggo tersebut.

Insiden ini menjadi peringatan bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Bromo untuk selalu waspada terhadap barang bawaan mereka. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan setiap kejadian mencurigakan demi menjaga keamanan dan kenyamanan berwisata.