Kota Serang – Warga perumahan di Kelurahan Unyur, Kota Serang, Banten, digegerkan oleh kabar meninggalnya seorang pria lanjut usia berinisial I (68). Jasad mendiang ditemukan dalam kondisi sudah membusuk di dalam rumahnya. Di rumah tersebut, terdapat S, istri I. Pasangan suami istri (pasutri) yang sudah lanjut usia itu hanya tinggal berdua di rumah tersebut. S berhari-hari menemani jasad suaminya tanpa mengetahui bahwa suaminya telah meninggal dunia.
Polisi Ungkap Riwayat Penyakit Korban
Polisi menyebutkan bahwa almarhum I memiliki riwayat penyakit diabetes. “Berdasarkan keterangan keluarga dan warga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes,” kata Kapolsek Serang Polresta Serang Kota, AKP Zaeni Aji Bakhtiar, pada Kamis (18/6/2026). Ia menjelaskan bahwa korban ditemukan dalam keadaan terbaring di dalam kamar dengan posisi tubuh terselimuti.
Awal Mula Penemuan Jasad
Penemuan jasad I bermula ketika adik ipar korban bersama seorang tetangga mendatangi rumah korban pada Rabu (17/6) pukul 08.00 WIB. “Enam hari lalu, saksi ke rumah korban dan tengok keberadaan korban sudah tergeletak,” ujar Kanit Bhabinkamtibmas Polsek Serang Kota, Iptu Irwan. Warga kemudian melapor ke call center Polri 110 setelah menemukan jasad korban bersama istrinya yang diduga mengalami gangguan jiwa. Petugas segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP).
“Diketahui ada korban I dan istrinya yang mengalami gangguan kejiwaan, berinisial S. Diketahui setelah membuka pintu dan mencium aroma tak sedap,” katanya. Polisi lalu melakukan olah TKP untuk mengumpulkan data awal terkait peristiwa tersebut. Petugas berkoordinasi dengan Tim Forensik RS Bhayangkara Polda Banten serta Unit Identifikasi Satreskrim Polresta Serang Kota untuk proses evakuasi ke RS Bhayangkara Polda Banten dan pemeriksaan forensik lebih lanjut guna memastikan penyebab kematian.
Istri Anggap Korban Sedang Sakit
Warga setempat bernama Milda Nurlita menuturkan bahwa S menganggap suaminya sedang sakit dan tidak mau makan. Warga pun tidak menaruh prasangka bahwa I telah meninggal. Milda mengaku bertemu dengan S usai berbelanja di warung sekitar tiga hari lalu. Saat itu, Milda menanyakan kondisi suaminya, dan S menjawab bahwa suaminya sedang sakit.
“Bapak gimana? ‘ada, lagi tidur’ katanya begitu bilangnya lagi tidur. Kita percaya karena kita nggak boleh masuk ke rumah,” kata Milda, Kamis (18/6/2026). “Si I ini bandel disuruh makan sama minum obat nggak mau, ngancing ajah. Udah enam hari ngancing ajah, udah nggak makan-minum,” tambah Milda menirukan ucapan S.
Beberapa hari kemudian, istri korban meminta tolong kepada warga karena mengira suaminya sakit. Saat didatangi, I ternyata sudah dalam kondisi meninggal dunia. “Minta tolong ke warga suaminya sakit. Pas dilihat kondisinya sudah ada belatung, kondisinya sudah membiru,” kata Milda. Pria lanjut usia tersebut diduga telah meninggal sejak satu pekan. Milda dan warga lainnya sempat mencium bau bangkai, namun tidak menduga bahwa bau itu berasal dari rumah korban. “Kita pikir bukan di rumah korban, warga pikir ini bangkai tikus,” katanya.
Pasutri Hanya Tinggal Berdua
Milda mengatakan bahwa pasutri lansia itu pindah dari Bekasi ke perumahan tersebut pada tahun 2021. Berdasarkan pengamatan keseharian, warga menduga S mengalami gangguan kejiwaan. “Sudah gangguan mental, kadang ngamuk, kadang ngomong sendiri,” ungkapnya. Milda menyebut mereka hanya tinggal berdua di perumahan. Menurutnya, anak kedua pasutri tersebut telah meninggal pada tahun 2023, sementara anak pertamanya tinggal di Depok, Jawa Barat. “Anak kedua meninggal, yang pertama di Depok. Kemarin pas sudah beres autopsi baru datang anaknya pas mau disolatkan,” ucapnya.
Masyarakat diimbau untuk melapor kepada pihak kepolisian melalui layanan Call Center 110 apabila menemukan kejadian yang memerlukan penanganan cepat, sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan.



