Wanita Ditemukan Tewas di Hotel Makassar, Diduga Dicekoki Obat oleh Selingkuhan
Wanita Tewas di Hotel Makassar, Dicekoki Obat oleh Selingkuhan

Jakarta - Seorang wanita berinisial MH (40) ditemukan tewas di dalam kamar hotel di Makassar, Sulawesi Selatan. Korban diduga menjadi korban pembunuhan dengan cara dicekoki obat antinyeri oleh seorang pria yang diduga merupakan selingkuhannya.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan laporan dari detikSulsel pada Jumat (22/5/2026), kasus ini bermula saat korban check-in di sebuah hotel yang berlokasi di Jalan Sungai Saddang Baru, Kecamatan Rappocini, pada Minggu (17/5). Korban dan pelaku sempat menginap bersama di kamar hotel tersebut.

Kanit Resmob Polda Sulsel AKP Wawan Suryadinata dalam keterangannya pada Jumat (22/5) menjelaskan, "Korban awalnya check-in di hotel bersama seorang pria."

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Saat di tempat kejadian perkara (TKP), pelaku memberikan empat butir obat pereda nyeri yang telah dihancurkan lalu dilarutkan ke dalam air mineral milik korban. Pelaku kemudian sempat keluar hotel dan kembali lagi untuk mengecek kondisi korban. "Pelaku memberikan minuman itu saat korban bangun tidur. Keesokan harinya ia kembali ke hotel dan melihat korban sudah tidak sadarkan diri dari luar jendela," lanjut Wawan.

Penemuan Jenazah

Jenazah korban baru ditemukan oleh karyawan hotel setelah tiga hari, karena korban tidak keluar kamar meskipun masa sewa telah habis. Saat ditemukan, korban sudah meninggal dunia dalam kondisi mulut mengeluarkan darah yang diduga akibat overdosis obat.

Motif Pembunuhan

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa baik pelaku maupun korban masing-masing sudah berumah tangga. Pelaku diduga bertindak karena cemburu setelah baru mengetahui bahwa korban menjalin hubungan dengan lelaki lain. "Motifnya adalah cemburu setelah mengetahui korban memiliki hubungan asmara dengan pria lain," ungkap Wawan.

Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Pelaku kini telah diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga