Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan sayembara senilai Rp750 juta bagi siapa pun yang berhasil menemukan warga Kabupaten Indramayu bernama Aman Yani. Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun Instagram pribadinya saat bertemu dengan adik Aman Yani.
Kronologi Hilangnya Aman Yani
Aman Yani dilaporkan hilang sejak Maret 2016 setelah pamit kepada ibunya untuk merantau ke Bandung usai mengundurkan diri dari sebuah bank BUMN. Keluarga telah berupaya mencari melalui media sosial sejak 2020. Nama Aman Yani mencuat setelah disebut oleh terdakwa Priyo Bagus Setiawan sebagai otak pembunuhan satu keluarga di Paoman, Indramayu pada Agustus 2025.
Kejanggalan dalam Kasus
Kuasa hukum keluarga, Ruslandi, meragukan pengakuan terdakwa yang mengaku bertemu Aman Yani di kawasan Kuliner Cimanuk. Adik Aman Yani, Uyat Suratman, mengungkapkan bahwa ia pernah diminta berpura-pura menjadi Aman Yani untuk mencairkan dana pensiun. Pada 2018, keluarga menerima pesan dari seseorang yang mengaku pengacara, namun tidak pernah bertemu langsung.
Dedi Mulyadi menyebut ada kejanggalan dalam pencairan dana pensiun Aman Yani yang dilakukan oleh pengacara Khotibul atas arahan Ririn Rifanto, salah satu terdakwa. Dana pensiun tersebut dicairkan tanpa kehadiran Aman Yani, hanya dengan tanda tangan kuasa.
Janji Dedi Mulyadi
Dedi berjanji akan mengganti dana pensiun yang telah dicairkan sebesar Rp400 juta, ditambah menjadi Rp750 juta, jika Aman Yani masih hidup dan kembali ke Indramayu. Uang tersebut juga akan diberikan kepada siapa pun yang berhasil membawa pulang Aman Yani. "Bapak balik deh kalau masih ada. Itu dana pensiun yang kemarin Rp400 juta saya tambahin jadi Rp750 juta deh saya kasih buat bapak tapi bapak balik. Balik ke Indramayu temui istri, temui anak-anak dan keluarga walaupun istrinya sudah jadi mantan," ujar Dedi.



