Rumah bidan tempat asal 11 bayi yang dievakuasi di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terpantau masih beroperasi pada Selasa (12/5) siang. Tempat praktik mandiri bidan berinisial ORP ini berlokasi di Modinan, Banyuraden, Gamping, Sleman. Lokasi tersebut disebut sebagai tempat persalinan dan penitipan 11 bayi yang pekan lalu dievakuasi dari rumah milik orang tua sang bidan di Hargobinangun, Pakem, Sleman.
Pantauan di Lokasi
Berdasarkan pantauan, terdapat dua petugas yang berjaga di lokasi. Sementara itu, di luar terlihat seorang pria dan perempuan menunggu di kursi tunggu. Salah seorang petugas perempuan menyebutkan bahwa ORP berada di lokasi, namun yang bersangkutan masih sibuk dan belum dapat dimintai keterangan.
Keterangan Warga
Marwoto, warga setempat, mengungkapkan bahwa ORP mengontrak bangunan miliknya sejak sekitar setahun lalu. Marwoto hanya mengetahui bahwa ORP menyewa bagian barat rumahnya untuk usaha praktik kebidanan atau persalinan. Ia tidak menyadari jika ORP juga membuka jasa penitipan anak. "Katanya bayi-bayi itu belum diambil oleh orang tuanya yang melahirkan. Saya hanya tahu seperti itu. Namun, saya tidak tahu pasti apakah ada penitipan sebelum diambil," ujar pria 60 tahun itu.
Marwoto mengaku kaget dengan pemberitaan mengenai layanan penitipan anak ini, termasuk dugaan penitipan untuk anak hasil hubungan di luar nikah. Apalagi saat petugas kepolisian datang ke tempatnya. Menurutnya, selama ini ORP dan tempat praktiknya beraktivitas normal tanpa ada hal mencurigakan. "Keluarganya baik-baik, sering mengadakan program Jumat Berkah dan sebagainya. Secara pribadi, mereka baik," bebernya.
Kronologi Evakuasi 11 Bayi
Sebelumnya, sebanyak 11 bayi dievakuasi oleh petugas kepolisian dari sebuah rumah di Padukuhan Randu Wonokerso, Hargobinangun, Pakem, Sleman. Rumah tersebut merupakan kediaman bidan yang membantu persalinan belasan bayi sejak lima bulan lalu.
Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Mateus Wiwit Kustiyadi menjelaskan bahwa petugas awalnya menerima informasi mencurigakan tentang keberadaan belasan bayi di rumah tersebut. Bayi-bayi itu dirawat oleh tiga orang. Pada Jumat (8/5) sore, 11 bayi dievakuasi bersama dinas terkait. Tiga bayi dirawat di rumah sakit, dua diambil oleh orang tua, dan enam bayi lainnya dievakuasi ke Dinas Sosial Sleman.
Rentang usia bayi yang dievakuasi mulai dari satu bulan hingga sepuluh bulan. Tiga bayi yang sempat dirawat di rumah sakit mengalami penyakit jantung bawaan, hernia, dan kuning. Dua di antaranya kini dilaporkan sudah membaik.
Dugaan Tindak Pidana
Wiwit menjelaskan bahwa 11 bayi tersebut dilahirkan di wilayah Banyuraden, Gamping, dengan bantuan bidan ORP. Berawal dari seorang ibu yang melahirkan di bidan itu dan kemudian menitipkan bayinya. Polisi mengungkap bahwa mayoritas bayi merupakan anak dari hubungan di luar nikah.
Petugas masih terus mendalami peristiwa ini untuk mengetahui apakah ada indikasi penelantaran, perdagangan anak, atau tindak pidana lainnya. Oleh karena itu, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus ini.



