Pria Tewas Usai Tabrakkan Diri ke KA di Tangerang, Sempat Teriak 'Tolong'
Pria Tewas Tabrakkan Diri ke KA di Tangerang, Sempat Teriak Tolong

Seorang pemuda berusia 26 tahun diduga menabrakkan diri ke kereta api (KA) yang melintas di perlintasan KA Stasiun Tanah Tinggi-Stasiun Tangerang, Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. Korban sempat berteriak meminta tolong, namun meninggal dunia beberapa jam setelah dilarikan ke rumah sakit.

Kronologi Kejadian

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 22 Juni 2026 sekitar pukul 16.00 WIB. Petugas penjaga perlintasan, pria berinisial S, sempat melihat korban nongkrong di perlintasan rel KA. "Dan tidak lama ada kereta api yang melintas dari arah Stasiun Tanah Tinggi menuju Stasiun Tangerang, dan selanjutnya laki-laki tersebut langsung berjalan ke tengah perlintasan kereta api dan laki-laki tersebut langsung menabrakkan diri ke kereta api yang melintas tersebut," kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Raden Muhammad Jauhari, dalam keterangannya, Rabu (24/6/2026).

Atas insiden tersebut, korban tertemper dan terseret sejauh sekitar 50 meter. Kereta kemudian berhenti dan saksi menghampiri korban di kolong kereta dalam keadaan hidup. Kejadian ini terekam video amatir dan viral di media sosial. Para warga yang menemukan korban awalnya mengira korban sudah meninggal dunia saat itu, tetapi kemudian dia berteriak meminta tolong.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Korban Meninggal di RSUD

Polisi yang mendapatkan laporan kejadian langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Korban dievakuasi menggunakan ambulans dengan kondisi luka di sekujur tubuh. "Setelah dilakukan penanganan tindakan sama pihak RSUD Kabupaten Tangerang, korban pada Senin malam jam 19.30 WIB dinyatakan meninggal dunia," katanya.

Diduga Bunuh Diri

Jauhari mengatakan korban diduga melakukan percobaan bunuh diri. Namun, belum diketahui apa penyebab hingga korban nekat mengakhiri hidupnya. "Diduga bunuh diri. Pada tas diduga milik korban ditemukan selembar kertas bertuliskan ucapan terima kasih kepada keluarga yang selama ini merawatnya," tuturnya. Jenazah saat ini telah diserahkan kepada pihak keluarga setelah pihak keluarga membuat surat pernyataan tidak akan melakukan penuntutan terhadap siapa pun.

Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga