Polisi Dalami TPPO dan Eksploitasi Anak dalam Kasus PRT Lompat dari Lantai 4
Polisi Dalami TPPO dan Eksploitasi Anak Kasus PRT Lompat

Polisi terus mendalami dugaan tindak pidana dalam kasus dua pekerja rumah tangga (PRT) yang nekat melompat dari lantai 4 sebuah kos di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat. Peristiwa tragis itu terjadi pada Kamis, 23 April 2026, dan mengakibatkan satu orang tewas serta satu lainnya mengalami patah tangan.

Dugaan Tindak Pidana yang Didalami

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa penyidik masih mendalami sejumlah dugaan tindak pidana. "Penyidik masih mendalami dugaan tindak pidana yang ada, dengan pasal yang diterapkan antara lain terkait penyekapan, TPPO, dan eksploitasi terhadap anak," ujarnya pada Senin, 27 April 2026.

Polisi telah mengamankan berbagai barang bukti, termasuk rekaman CCTV, hasil visum, dan hasil autopsi dari korban yang meninggal. Selain itu, sembilan orang saksi telah diperiksa, antara lain pemberi kerja, penjaga rumah, sopir, penyalur, dan saksi lainnya, termasuk korban selamat. Adapun pihak yang diamankan masih dalam proses pendalaman oleh penyidik.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kronologi Kejadian

Sebelumnya, dua PRT berinisial R dan D melompat dari lantai 4 kamar kos di Benhil. R dilaporkan tewas, sedangkan D mengalami patah tangan. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menyatakan bahwa dugaan awal keduanya kabur karena tidak betah di tempat majikan. "Masih didalami, informasi sementara, orang itu katanya enggak betah," kata Roby kepada wartawan pada Kamis, 23 April 2026.

Korban melompat bersama dari lantai empat, dan aksi itu berujung fatal. "Jadi berdua loncat dari lantai 4. Satu meninggal, satu patah tangan," ujarnya. Dugaan kabur muncul dari keterangan korban selamat dan PRT lainnya.

Langkah Polisi Selanjutnya

Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif dan kemungkinan adanya tindak pidana lain. Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi dari pihak kepolisian.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga