Pernikahan di Bekasi Berujung Petaka karena Penipuan Wedding Organizer
Pernikahan di Bekasi Korban Penipuan Wedding Organizer

Pesta pernikahan di Bekasi, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi momen penuh kebahagiaan justru berubah menjadi duka. Pasangan pengantin menjadi korban dugaan penipuan oleh penyelenggara pernikahan atau wedding organizer (WO). Peristiwa ini viral setelah diunggah di media sosial Threads.

Dalam unggahan yang disertai foto dan video, terlihat ruangan resepsi yang kosong melompong tanpa dekorasi, prasmanan, atau ornamen khas pernikahan. Sejumlah orang tampak menangis di lokasi. Calon pengantin tidak bisa menggelar pesta sesuai janji WO.

Polisi Siap Tindak Lanjuti

Polres Metro Jakarta Timur meminta para korban dugaan penipuan oleh WO untuk segera membuat laporan resmi. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, Bayu Kurniawan, menyatakan bahwa kantor WO tersebut berada di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Ia menegaskan pihaknya siap menerima laporan dari korban untuk ditindaklanjuti secara hukum.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Bayu juga membenarkan bahwa pada Sabtu (23/5), sudah ada warga yang datang berkonsultasi ke Polres Metro Jakarta Timur. Namun, polisi masih menunggu kepastian status hukum dari pihak yang datang melapor. “Yang datang kemarin itu orang yang pesta pernikahannya belum sesuai jadwal perjanjian. Jadi belum tahu apakah akan terlaksana atau tidak. Cuma klien yang datang kemarin itu belum bisa kita katakan sebagai korban,” jelas Bayu.

Viral di Media Sosial

Kasus ini mencuat setelah unggahan akun Threads @meislvy viral. Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa sepupunya menjadi korban dugaan penipuan WO di Bekasi. Video memperlihatkan resepsi tanpa dekorasi dan makanan. Keluarga dan kerabat tetap melayani tamu undangan dengan membagikan makanan ringan dan air mineral.

Suasana haru terlihat jelas. Unggahan juga menyoroti pembawa acara (MC) yang tetap hadir meski belum dibayar oleh WO. “Kalian bisa liat keadaan pagi ini yang seharusnya jadi acara bahagia berubah jadi tangis semua. FYI, foto yang tengah itu kakak MC-nya super baik dia ketipu juga sama si Marwah itu tanpa dibayar dia tetap hadir,” tulis akun tersebut.

Imbauan Polisi

Polres Metro Jakarta Timur mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih jasa penyelenggara pernikahan. Pastikan legalitas usaha dan rekam jejak penyedia jasa sebelum melakukan pembayaran dalam jumlah besar. Hingga kini, jumlah korban dan total kerugian masih belum diketahui. Polisi menunggu laporan resmi untuk mendalami kasus lebih lanjut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga