Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan penghormatan terakhir kepada Nurlela, seorang guru di SDN Pulogebang 11 Jakarta Timur yang menjadi korban meninggal dalam kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai almarhumah sebagai seorang pendidik yang memiliki dedikasi tinggi dalam mencerdaskan generasi bangsa. Hal ini disampaikan oleh Staf Khusus Gubernur, Chico Hakim, dalam keterangan resmi pada Rabu, 29 April 2026.
Duka Mendalam dan Pendampingan Penuh
Pemprov DKI Jakarta menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian Nurlela. Pemerintah memastikan akan memberikan pendampingan penuh kepada keluarga korban, mulai dari proses pemakaman hingga pemulihan psikologis. "Atas instruksi Bapak Gubernur, Pemprov DKI Jakarta akan mendampingi keluarga korban sepenuh hati, baik dalam pengurusan pemakaman maupun pemulihan psikologis," ujar Chico. Pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap keluarga yang ditinggalkan.
Koordinasi dengan Berbagai Pihak
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan penanganan pascakecelakaan berjalan cepat, tepat, dan transparan. "Pemprov DKI Jakarta menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penanganan pasca-kecelakaan dan memohon doa serta dukungan masyarakat agar keluarga korban diberi ketabahan," kata Chico. Koordinasi ini melibatkan dinas terkait dan instansi lainnya untuk memastikan semua kebutuhan keluarga terpenuhi.
Dedikasi Seorang Guru
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, juga menyampaikan belasungkawa. Ia menyebut Nurlela sebagai guru yang berdedikasi dan memiliki kontribusi besar dalam dunia pendidikan. "Kami sangat berduka cita atas kepergian Ibu Nurlela, salah seorang guru kami yang berdedikasi," kata Nahdiana. "Atas nama seluruh keluarga besar Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan." Pernyataan ini menegaskan bahwa sosok Nurlela akan selalu dikenang sebagai pahlawan pendidikan.
Kecelakaan KRL di Bekasi Timur ini menewaskan 15 orang dan melukai puluhan lainnya. Proses evakuasi dan investigasi masih berlangsung untuk menentukan penyebab pasti insiden tersebut. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memberikan dukungan moral kepada para korban dan keluarga yang berduka.



