Polisi Ungkap Pacar sebagai Pelaku Pembunuhan Remaja Perempuan di Malang
Polisi berhasil mengungkap pelaku pembunuhan terhadap seorang remaja perempuan berinisial HMZ (17) di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Jasad korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan tangan terikat dan mulut tersumpal di aliran Sungai Kedung Winong, Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung. Pelaku ternyata adalah pacar korban sendiri, yang telah berkenalan sejak Desember 2025 atau sekitar tiga bulan sebelum kejadian.
Hubungan Bermula dari Media Sosial
Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Hafiz Prasetia Akbar, menjelaskan bahwa pelaku merupakan pekerja harian lepas yang mengenal korban melalui teman pada Desember 2025. "Kebetulan tersangka pada saat itu bekerja sebagai pegawai harian lepas dan semenjak itu berkenalan dan menjalin hubungan melalui media sosial," ujarnya seperti dilansir detikJatim, Selasa (24 Februari 2026).
Keduanya sering berkomunikasi via media sosial sebelum akhirnya memutuskan untuk bertemu langsung. Mereka janji bertemu pada Rabu (11 Februari 2026) di wilayah Kertosono, kemudian bepergian menggunakan motor milik korban dari Kabupaten Nganjuk menuju Kabupaten Kediri dengan singgah di Kota Batu.
Cekcok Berujung Tragis
Setelah menginap di rumah kerabat di Kedungkandang, korban mengunjungi rumah pelaku di Jabung, Kabupaten Malang pada Jumat (13 Februari 2026). Di sana, terjadi cekcok antara keduanya terkait biaya perbaikan kerusakan motor korban yang dikendarai dari Kertosono, Nganjuk.
"Pada 13 Februari, tepatnya hari Jumat, korban bersama dengan tersangka mengendarai motor di sekitar rumah tersangka, yaitu di Kecamatan Jabung. Kemudian terjadi cekcok," jelas Hafiz. Dalam keadaan emosi, tersangka gelap mata dan mencekik korban hingga tak sadarkan diri.
Saat mendengar korban merintih, pelaku melepas beberapa pakaian korban untuk mengikat tangan dan menyumpal mulutnya agar tidak bersuara. Tersangka kemudian merasa panik dan kembali ke rumahnya yang tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP), meninggalkan jasad korban di sungai.
Kasus ini menyoroti bahaya kekerasan dalam hubungan percintaan di kalangan remaja. Polisi masih menyelidiki lebih lanjut untuk memastikan motif dan detail lainnya terkait insiden tragis ini.