Sosok Nurlaela, Guru SD Korban KRL yang Baru Lulus S2 UNJ
Nurlaela, seorang guru Sekolah Dasar (SD) yang menjadi korban dalam insiden kecelakaan Kereta Rel Listrik (KRL), ternyata baru saja menyelesaikan pendidikan magister (S2) di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tiga bulan yang lalu. Kabar duka ini mengejutkan banyak pihak, terutama rekan-rekan guru dan siswa di tempatnya mengajar.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Rabu, 29 April 2026, di jalur KRL kawasan Jakarta. Nurlaela disebut-sebut sebagai salah satu korban yang tewas dalam kecelakaan tersebut. Ia dikenal sebagai sosok guru yang berdedikasi dan selalu bersemangat dalam mendidik murid-muridnya.
Perjalanan Pendidikan Nurlaela
Nurlaela baru saja meraih gelar S2 dari Program Studi Pendidikan Dasar di UNJ pada Januari 2026. Ia berhasil menyelesaikan studinya dengan predikat memuaskan. Rekan-rekan kuliahnya mengenangnya sebagai pribadi yang rajin dan selalu membantu dalam diskusi akademik.
Sebelum melanjutkan studi S2, Nurlaela telah mengajar di sebuah SD negeri di Jakarta selama lebih dari lima tahun. Ia dikenal sebagai guru yang kreatif dan inovatif, sering menggunakan metode pembelajaran yang interaktif.
Duka Cita dari Berbagai Pihak
Kabar meninggalnya Nurlaela menyisakan duka mendalam bagi keluarga, rekan guru, dan murid-muridnya. Pihak sekolah tempatnya mengajar menyampaikan rasa kehilangan yang besar. Salah satu rekan guru mengatakan, "Bu Nurlaela adalah guru teladan yang selalu menginspirasi. Kami sangat kehilangan."
UNJ juga turut berduka cita melalui pernyataan resmi. "Kami kehilangan salah satu alumni terbaik. Semoga amal ibadah almarhumah diterima di sisi Allah SWT," tulis akun media sosial UNJ.
Kronologi Kecelakaan KRL
Kecelakaan KRL yang merenggut nyawa Nurlaela terjadi di perlintasan kereta api di kawasan Jakarta Selatan. Sebuah kereta api jurusan Bogor-Jakarta menabrak sejumlah kendaraan yang terjebak di perlintasan. Hingga saat ini, pihak kepolisian dan PT KAI masih melakukan investigasi terkait penyebab kecelakaan.
Nurlaela meninggalkan seorang suami dan dua orang anak. Keluarga berharap agar pihak terkait dapat mengusut tuntas kejadian ini dan memberikan keadilan bagi korban.



