Polres Rembang berhasil mengungkap motif di balik pembunuhan sadis terhadap seorang remaja berinisial DMF (16). Jasad korban ditemukan terkubur di perkebunan Desa Gandrirojo, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, dengan kepala terikat kain. Pelaku berinisial AM (22) nekat menghabisi nyawa korban karena terlilit masalah utang.
Motif Ekonomi di Balik Pembunuhan
Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Alva Zakya Akbar, mengungkapkan bahwa motif utama pembunuhan ini adalah faktor ekonomi. "Motifnya dari hasil pemeriksaan yang sudah kita lakukan motifnya karena faktor ekonomi yang bersangkutan mengaku terlilit banyak utang," ujar Alva dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026).
Pelaku AM tidak hanya membunuh korban, tetapi juga membawa kabur sepeda motor milik rekan korban yang sebelumnya dipinjam. Motor tersebut kemudian digadaikan oleh pelaku kepada orang lain untuk mendapatkan uang tunai.
Pengubahan Tampilan Motor untuk Menghilangkan Jejak
Sebelum menggadaikan motor, pelaku sempat mengubah tampilan kendaraan tersebut. "Setelah pelaku berhasil menguasai sepeda motor tersebut, sepeda motor tersebut menurut keterangannya digadaikan ke orang lain, senilai kurang lebih Rp 4 juta sekian," tutur Alva.
"Itu setelah melakukan pembunuhan sebelum menggadaikan tersebut diubah menjadi warna hitam untuk menyamarkan barang bukti," imbuhnya. Langkah ini dilakukan agar motor tidak mudah dikenali sebagai barang bukti kejahatan.
Polisi masih terus mendalami kasus ini dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pelaku. Pelaku dijerat dengan pasal pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan.



