Motif Ekonomi di Balik Mutilasi Pria dalam Freezer di Bekasi Terungkap
Motif Ekonomi di Balik Mutilasi Pria dalam Freezer Bekasi

Motif Ekonomi di Balik Mutilasi Pria dalam Freezer di Bekasi Terungkap

Kasus pembunuhan dan mutilasi yang menggemparkan masyarakat akhirnya menemui titik terang. Polisi berhasil mengungkap motif di balik tindakan keji terhadap pria berinisial AH (39), yang jasadnya ditemukan dalam freezer di sebuah kios ayam geprek di Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Motif utamanya adalah keinginan pelaku untuk menguasai harta milik korban.

Keinginan Kuasai Harta Jadi Pemicu

Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa motif pembunuhan ini bersifat ekonomi. Kedua pelaku, yang berinisial S dan DS, bertujuan untuk mengambil alih motor dan telepon genggam korban, serta berusaha menguasai kendaraan operasional dari tempat kerja mereka. "Untuk motifnya ekonomi. Kedua pelaku ingin menguasai motor dan HP korban serta ingin menguasai kendaraan operasional tempat kerjanya," ujarnya dalam keterangan resmi.

Selain itu, penyidik juga telah mengamankan satu orang lainnya yang diduga berperan sebagai penadah hasil kejahatan. "Penyidik juga sudah mengamankan penadah hasil penerima barang yang diambil dan dijual," tambah Budi Hermanto, menegaskan bahwa jaringan kejahatan ini telah dibongkar secara menyeluruh.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Rencana Awal yang Berubah Menjadi Pembunuhan

Kombes Iman Imanuddin, Dirkrimum Polda Metro Jaya, mengungkapkan bahwa awalnya, kedua pelaku mengajak korban—yang juga merupakan rekan kerja mereka—untuk melakukan tindak pencurian. Namun, ajakan tersebut ditolak tegas oleh korban. "Mereka sama-sama karyawan di sana. Kemudian yang satu, yang korban itu diajak untuk melakukan kejahatan, tapi menolak. Sehingga yang dua orang ini membunuh si korban tersebut," jelas Iman.

Rencana awal pelaku adalah mencuri mobil milik majikan atau pemilik kios ayam geprek. Namun, karena pengamanan yang ketat, mereka beralih fokus ke motor milik korban. "Awalnya yang mau diambil itu adalah mobil. Tapi karena ada pengamanan yang cukup lumayan ketat sehingga yang rencananya awalnya mobil, bergeser ke motor," paparnya. Meskipun demikian, korban tetap bersikukuh menolak, yang akhirnya berujung pada pembunuhan berdarah dingin.

Penangkapan Penadah dan Temuan Bagian Tubuh Korban

AKBP Abdul Rahim, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menangkap seorang pelaku tambahan berinisial A, yang berperan sebagai penadah barang curian. "Alhamdulillah, tim Jatanras Polda Metro sudah melakukan penangkapan terhadap satu orang lagi dengan inisial A. Yang bersangkutan berperan sebagai penadah hasil kejahatannya," ujar Rahim.

Polisi melakukan pelacakan terhadap dua unit sepeda motor yang dibawa kabur oleh pelaku utama, S dan DS, dan menemukan bahwa motor tersebut telah dijual kepada A. Selain itu, bagian tubuh korban yang sempat hilang juga berhasil ditemukan. Potongan tangan dan kaki korban dibuang secara terpisah di daerah Cariu, Bogor, Jawa Barat, berdasarkan pengakuan para pelaku. "Potongan tubuh korban yang lain, yakni tangan dan kakinya, sudah ditemukan. Dibuang secara terpisah oleh pelaku di daerah Cariu, Bogor," ungkap Rahim, memberikan penjelasan lebih lanjut tentang perkembangan kasus ini.

Dengan demikian, kasus ini menunjukkan betapa motif ekonomi dapat mendorong seseorang melakukan tindakan kriminal yang sangat kejam. Polisi terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan semua pihak yang terlibat dapat diadili sesuai hukum yang berlaku.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga