Lansia di Siantar Tewas Dibunuh Anak ODGJ, Luka di Kepala dan Punggung
Lansia Tewas Dibunuh Anak ODGJ di Siantar

Seorang wanita lanjut usia bernama Barinim Sirait (85) tewas setelah dibunuh oleh anak kandungnya sendiri yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara. Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu (8/7/2026) di Jalan Cendawan, Kecamatan Siantar Timur. Korban ditemukan tergeletak di lantai rumahnya dengan luka parah di beberapa bagian tubuh.

Korban Alami Luka di Kepala, Punggung, dan Kaki

Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar AKP Sandi Riz Akbar mengungkapkan bahwa korban mengalami sejumlah luka serius. "Luka di kepala, punggung, sama kaki. (Luka) sayatan sama luka tusuk di punggung dan ada luka pukul di kepala juga," ujarnya saat dikonfirmasi detikSumut pada Kamis (9/7/2026).

Berdasarkan penyelidikan sementara, pelaku berinisial M (50) diduga menggunakan gunting dan batu untuk melukai ibunya. Gunting digunakan untuk menyayat dan menusuk punggung serta kaki korban, sementara batu digunakan untuk memukul kepala korban. Di tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sebuah batu gilingan yang diduga menjadi alat pukul tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kronologi Penemuan Pembunuhan

Kapolsek Siantar Timur Iptu Edy J Manalu menjelaskan bahwa pembunuhan ini pertama kali diketahui oleh seorang warga yang hendak mengantar undangan pesta ke rumah korban. Saat warga tersebut menggedor pintu, M membukakan pintu. Saksi kemudian melihat tangan M berlumuran darah dan menanyakan alasannya. M pun mengaku telah membunuh orangtuanya.

Tidak lama kemudian, Ketua RT dan sejumlah warga lainnya datang ke lokasi. M kembali mengakui perbuatannya. Ketua RT bersama warga kemudian masuk ke dalam rumah dan menemukan korban sudah tergeletak bersimbah darah di lantai. Mereka segera melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.

Personel Polsek Siantar Timur dan Tim Inafis Polres Pematangsiantar tiba di TKP dan mengamankan M untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Jasad korban kemudian dibawa ke RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar.

Pelaku Diduga ODGJ, Keluarga Tolak Autopsi

Dari keterangan keluarga, terungkap bahwa M memang sudah lama menderita gangguan kejiwaan. Atas dasar itu, pihak keluarga menolak jasad korban untuk diautopsi. "Sementara dari keluarga itu minta nggak diautopsi karena mereka berpendapat yang melakukan ini adalah anaknya (korban) yang mengalami gangguan jiwa," kata AKP Sandi.

Polisi belum sempat memeriksa M secara mendalam karena ia lebih dulu dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan. "Sesuai keterangan dari keluarga bahwa terduga pelaku memang sudah lama mengalami gangguan kejiwaan. Saat ini, (pelaku) sudah dibawa ke RS Djasamen Saragih untuk dilakukan pemeriksaan kejiwaan. Sampai saat ini kejadian tersebut masih dalam penyelidikan," ujar Iptu Edy.

Korban dan pelaku diketahui tinggal berdua saja di rumah tersebut. Motif pembunuhan masih diselidiki lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga