Kata-kata Terakhir Korban Sebelum Tewas Dicekik Pria Open BO di Bekasi
Kata Terakhir Korban Sebelum Tewas Dicekik di Bekasi

Seorang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) berinisial NHW tewas setelah dicekik oleh pria yang dikenalnya melalui aplikasi Michat di Bekasi, Jawa Barat. Korban sempat melontarkan pertanyaan terakhir sebelum aksi pembunuhan terjadi.

Kronologi Pembunuhan Berawal dari Tawaran Open BO

Berdasarkan dakwaan jaksa yang dikutip dari situs SIPP Pengadilan Negeri Kota Bekasi pada Rabu (1/7/2026), peristiwa ini berawal dari tawaran layanan seksual atau open BO melalui Michat. Terdakwa dalam kasus ini adalah Ari dan Aris Aparatuloh. Perkenalan antara Ari dan NHW terjadi pada Januari 2026. Ari menggunakan akun Michat bernama Rendi Andrian, sementara korban menggunakan akun Sandi.

"Korban menawarkan uang sejumlah Rp 50.000 dan terdakwa I Ari menanyakan harus melakukan apa," ujar jaksa dalam dakwaannya. Korban kemudian meminta Ari melakukan aktivitas seksual. Ari yang sedang membutuhkan uang menyetujui tawaran tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Sesampainya di kontrakan korban, kemudian langsung masuk ke dalam kontrakan setelah berada di dalam kontrakan kemudian terdakwa I Ari bertanya 'kerjanya gimana bang' dan dijawab oleh korban 'kamu duduk di situ buka celana'," sambung jaksa.

Pertemuan Berulang dan Rencana Pencurian

Pada pertemuan pertama, korban memberikan uang Rp 50 ribu sesuai janji. Pada 28 Januari 2026, korban kembali menghubungi Ari dan memintanya membawa satu orang lain dengan imbalan Rp 200 ribu. Tawaran bertambah pada 30 Januari 2026 menjadi Rp 200 ribu plus rokok dan minuman. Ari menerima tawaran itu.

"Setelah itu karena tidak mempunyai uang dan memiliki utang, terdakwa I Ari mengiyakan ajakan tersebut sambil terdakwa I Ari merencanakan untuk mengambil barang-barang berharga milik korban," ungkap jaksa. Ari kemudian mengajak Aris untuk menemaninya bertemu korban.

Sesampainya di kontrakan, Ari masuk ke kamar untuk melakukan aktivitas seksual, sementara Aris menunggu di teras. "Bahwa setelah terdakwa I Ari berada di dalam kamar, korban menutup pintu hording dan terdakwa I Ari disuruh duduk di samping kasur dan korban meminta terdakwa I Ari membuka celana, kemudian korban membuka pakainya tinggal memakai kaus dalam," ujar jaksa.

Detik-Detik Pembunuhan dan Kata-kata Terakhir Korban

Setelah sekitar 15 menit, Ari tiba-tiba bangkit dan berjalan ke belakang korban yang sedang dalam posisi jongkok. Korban sempat bertanya, "mau ke mana?" sebagai kata-kata terakhirnya. Ari tidak menjawab, lalu memiting korban dengan tangan kanan dan mencekik leher korban dari depan dengan sekuat tenaga.

"Terdakwa I Ari berdiri ke posisi di belakang korban dan korban sempat bertanya 'mau ke mana'. Namun, terdakwa I Ari tidak menjawab, kemudian terdakwa I Ari memiting korban dengan tangan kanan terdakwa I Ari bin mencekik leher korban dari depan dengan sekuat tenaga dan menarik tubuh korban ke belakang kemudian kaki terdakwa I Ari menyilang di kaki korban sehingga tubuh korban berada di atas tubuh terdakwa I Ari dan korban berusaha melawan dengan meronta-ronta, kaki menendang ke lantai, dan tangan kiri berusaha memukul terdakwa I Ari namun tidak mengenai terdakwa I Ari dan korban tidak bisa bersuara karena dicekik," jelas jaksa.

Terdakwa terus mencekik korban hingga tak bergerak lagi. Ari kemudian memanggil Aris dan meminta bantuan memindahkan tubuh korban. Setelah itu, Ari menyuruh Aris keluar, lalu mengambil dua handphone korban dan membawa kabur motor korban. Kunci kontrakan korban dibuang. Motor curian itu dijual Ari seharga Rp 4,5 juta.

Penangkapan Pelaku dan Hasil Visum

Ari kabur dan ditangkap di Sukabumi pada 6 Februari 2026, sementara Aris ditangkap di Cianjur. Berdasarkan visum, korban NHW tewas karena kekerasan tumpul pada leher yang mematahkan tulang lidah, rawan cincin, dan rawan gondok, menyumbat jalan napas hingga menyebabkan mati lemas. "Perbuatan para terdakwa tersebut menyebabkan korban NHW meninggal dunia," tegas jaksa.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga