Polisi Ungkap Laboratorium Ekstasi dan Happy Water di Apartemen Cipinang Jakarta Timur
Polisi Ungkap Lab Ekstasi di Apartemen Cipinang Jaktim

Polisi Bongkar Laboratorium Gelap Ekstasi dan Happy Water di Apartemen Cipinang

Unit Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap keberadaan laboratorium gelap atau clandestine lab yang memproduksi narkotika jenis ekstasi dan happy water di kawasan Apartemen Basura, Cipinang, Jakarta Timur. Pengungkapan ini dilakukan pada Senin, 30 Maret 2026 sekitar pukul 19.00 WIB oleh tim dari Unit 5 Subdit 3 Ditresnarkoba.

Dua Tersangka Diamankan dengan Barang Bukti Awal

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka berinisial K (32) dan S (38) di depan sebuah minimarket yang berlokasi di Tower G Apartemen Basura. Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Ahmad David menjelaskan bahwa dari tangan kedua tersangka, polisi menyita barang bukti berupa 10 butir ekstasi. Pengembangan investigasi kemudian dilakukan menuju unit kamar yang ditempati tersangka di Tower Dahlia lantai 22, yang diduga kuat sebagai lokasi produksi sekaligus penyimpanan narkotika.

Temuan Besar di Lokasi Produksi

Di dalam unit apartemen tersebut, polisi menemukan barang bukti dalam jumlah yang sangat signifikan. Barang bukti yang diamankan meliputi:

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • Bahan baku ekstasi siap cetak seberat 16,695 kilogram, yang diperkirakan mampu menghasilkan lebih dari 33.000 butir ekstasi.
  • Sebanyak 643 butir ekstasi yang sudah siap diedarkan.
  • Sebanyak 34 bungkus happy water.

Selain itu, polisi juga menyita berbagai peralatan produksi dan bahan kimia pendukung, seperti serbuk kimia, alat cetak ekstasi, timbangan digital, blender, alat pres plastik, serta seperangkat alat laboratorium lengkap. Temuan ini semakin menguatkan dugaan adanya aktivitas produksi narkotika skala rumahan yang terorganisir.

Sudah Beroperasi Selama Dua Bulan

Kombes Ahmad David menambahkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, aktivitas laboratorium gelap ini telah berjalan sekitar dua bulan. "Dalam kurun waktu tersebut, diperkirakan telah berhasil diproduksi sekitar 2.000 butir ekstasi bermerek Chanel dan Mercy, serta 50 pax happy water," ungkapnya. Saat ini, kedua tersangka sedang menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya untuk mengungkap jaringan dan modus operandi lebih lanjut.

Imbauan Kepolisian kepada Masyarakat

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa pemberantasan peredaran narkoba merupakan tanggung jawab bersama antara aparat penegak hukum dan masyarakat. "Informasi sekecil apa pun dari warga sangat berharga bagi kami. Mari kita mulai dari lingkungan terdekat untuk bersama-sama peduli terhadap ancaman narkoba," seru Budi Hermanto. Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap potensi gangguan keamanan dan ketertiban melalui Call Center Polri 110 yang aktif selama 24 jam penuh.

Pengungkapan laboratorium narkoba di apartemen ini menunjukkan bahwa praktik produksi narkotika tidak hanya terjadi di tempat terpencil, tetapi juga bisa bersembunyi di tengah permukiman padat penduduk. Operasi ini diharapkan dapat memutus mata rantai peredaran ekstasi dan happy water di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga