Petugas Bongkar Modus Penyelundupan Sabu di Organ Intim Pengunjung Lapas
Modus Penyelundupan Sabu di Organ Intim Pengunjung Lapas

Petugas Lapas Narkotika Jakarta membongkar modus penyelundupan narkoba yang dilakukan oleh dua orang pengunjung pada Senin, 15 Juni 2026. Kedua pelaku menyembunyikan sabu di organ intim mereka untuk mengelabui petugas.

Pengungkapan di Lapas Narkotika Jakarta

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan DKI Jakarta, Wachid Wibowo, mengungkapkan bahwa kedua pelaku menggunakan modus yang sama, yaitu menyembunyikan paket diduga narkotika di bagian organ intim. Kasus ini terungkap berkat pemeriksaan ketat di Pintu Pengamanan Utama (P2U).

Pada pengungkapan pertama, petugas mengamankan seorang pelaku yang membawa dua paket berisi barang diduga narkotika dengan berat total 8,72 gram. Sementara pada kasus kedua, petugas kembali menemukan dua paket dengan berat total 20,30 gram. "Berkat ketelitian dan kewaspadaan petugas, upaya tersebut berhasil digagalkan sebelum barang terlarang itu masuk ke dalam lapas," jelas Wachid.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penggagalan di Rutan Salemba

Pada hari yang sama, petugas Rutan Kelas I Jakarta Pusat (Salemba) juga menggagalkan dua upaya penyelundupan narkoba dengan modus berbeda. Kasus pertama melibatkan seorang pengunjung wanita berinisial NA (22) yang diduga mencoba menyelundupkan cairan Etomidate dengan menyamarkannya ke dalam botol obat batuk. Kecurigaan petugas muncul setelah menemukan isi botol tidak sesuai dan mengeluarkan aroma yang tidak wajar.

Sementara pada pengungkapan kedua, petugas wanita berhasil menemukan paket sabu dengan berat sekitar 40,1 gram yang disembunyikan secara rapi di dalam kunciran rambut seorang pengunjung wanita berinisial MU (39).

Komitmen Zero Halinar

Wachid menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan empat kasus penyelundupan dalam satu malam ini menunjukkan komitmen kuat jajaran pemasyarakatan dalam mewujudkan lingkungan lapas dan rutan yang bersih dari narkoba. "Keberhasilan petugas menggagalkan empat upaya penyelundupan narkoba dalam waktu yang hampir bersamaan merupakan bukti bahwa sistem pengamanan, deteksi dini, dan pengawasan di seluruh UPT Pemasyarakatan DKI Jakarta berjalan dengan baik," ujar Wachid.

Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petugas yang tetap siaga, profesional, dan berintegritas. Wachid menegaskan bahwa Kanwil Ditjenpas DKI Jakarta tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi peredaran narkoba maupun barang terlarang lainnya di dalam lapas dan rutan.

"Kami berkomitmen penuh menjalankan arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Direktur Jenderal Pemasyarakatan untuk mewujudkan zero halinar. Setiap upaya penyelundupan akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Kami akan terus memperkuat pengawasan, meningkatkan kualitas pemeriksaan, serta mempererat sinergi dengan aparat penegak hukum guna memastikan lapas dan rutan di wilayah DKI Jakarta benar-benar bersih dari narkoba," tegasnya.

Wachid menambahkan bahwa pengungkapan empat kasus dalam satu hari ini menjadi bukti bahwa jajaran pemasyarakatan terus memperkuat langkah pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan, ketertiban, serta integritas di lingkungan pemasyarakatan. "Keberhasilan penggagalan ini menjadi bukti bahwa sistem pengamanan berjalan dan petugas bekerja dengan penuh integritas. Kami akan terus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum serta melakukan evaluasi berkelanjutan agar lapas dan rutan di wilayah DKI Jakarta tetap bersih dari narkoba, handphone ilegal, dan praktik pungutan liar," pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga