KOMPAS.com - Sebuah narasi yang menyebutkan seorang mahasiswa ditemukan tewas setelah berhari-hari tidak keluar dari rumah kontrakannya beredar luas di media sosial. Narasi tersebut disertai dengan foto yang memperlihatkan kerumunan warga di sebuah gang sempit. Namun, berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, klaim tersebut tidak benar dan perlu diluruskan.
Narasi yang Beredar
Narasi tentang seorang mahasiswa yang ditemukan tewas di rumah kontrakan setelah berhari-hari tidak keluar dibagikan oleh beberapa akun Facebook pada Senin, 18 Mei 2026. Akun-akun tersebut mengunggah foto kerumunan warga dengan caption yang menyebutkan bahwa korban adalah seorang mahasiswa yang sudah lama tidak terlihat. Narasi ini dengan cepat menyebar dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan warganet.
Fakta Sebenarnya
Setelah dilakukan verifikasi lebih lanjut, Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan bahwa peristiwa yang terjadi berbeda dengan narasi yang beredar. Berdasarkan informasi dari kepolisian setempat, mayat yang ditemukan di rumah kontrakan tersebut bukanlah seorang mahasiswa, melainkan seorang pria tanpa identitas yang jelas. Pria tersebut diduga telah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan, namun tidak ada bukti yang mengaitkannya dengan status sebagai mahasiswa.
Foto yang digunakan dalam unggahan juga merupakan foto lama yang diambil dari peristiwa berbeda. Kerumunan warga dalam foto tersebut bukanlah bagian dari penemuan mayat, melainkan kegiatan warga yang tidak terkait. Oleh karena itu, narasi yang menyebutkan adanya mahasiswa tewas di kontrakan adalah hoaks.
Klarifikasi dari Pihak Berwenang
Pihak kepolisian setempat telah memberikan klarifikasi resmi mengenai kejadian tersebut. Mereka menegaskan bahwa tidak ada laporan mengenai mahasiswa yang tewas di kontrakan. Jenazah yang ditemukan telah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab kematian. Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Selalu cek dan ricek informasi sebelum menyebarkannya agar tidak menimbulkan keresahan. Tim Cek Fakta Kompas.com terus berkomitmen untuk meluruskan informasi yang salah dan memberikan fakta yang akurat kepada publik.



