Bripka Dedy Wiratama, Sniper Pembeking Kampung Narkoba di Samarinda, Ditahan
Bripka Dedy, Sniper Pembeking Kampung Narkoba, Ditahan

Bareskrim Polri resmi menahan mantan anggota Brimob Polda Kalimantan Timur, Bripka Dedy Wiratama, yang diduga membekingi kampung narkoba Gang Langgar di Samarinda. Penahanan dilakukan setelah penyidik memeriksa Dedy pada Jumat, 5 Juni 2026.

Penahanan di Rutan Bareskrim

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengonfirmasi bahwa Dedy ditahan di Rutan Bareskrim. "Terhadap yang bersangkutan dilakukan penahanan di Rutan Bareskrim Polri," ujarnya kepada wartawan. Pemeriksaan terhadap Dedy baru dilakukan setelah menunggu proses etik yang berjalan.

Vonis Pemecatan dari Propam

Eko menjelaskan bahwa Dedy telah divonis pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) oleh Propam Polda Kalimantan Timur karena terbukti melakukan pelanggaran berat, yaitu membekingi kampung narkoba. Sidang etik sebelumnya telah memutuskan Dedy bersalah.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pendalaman Peran Dedy

Penyidik akan mendalami peran Dedy dalam aktivitas narkoba di Gang Langgar, Samarinda Seberang. Kawasan ini dikenal sebagai titik rawan peredaran narkotika di Kalimantan Timur. Selain itu, penyidik juga akan menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan tersebut.

"Pendalaman dilakukan melalui pemeriksaan saksi, analisis alat bukti, serta penelusuran aliran komunikasi dan transaksi yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkoba," tutur Eko.

Hasil Sidang Etik: Konsumsi Sabu

Kabid Humas Polda Kalimantan Timur, Kombes Yuliyanto, mengungkapkan bahwa Dedy juga terbukti mengonsumsi narkotika jenis sabu berdasarkan sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) yang digelar di Balikpapan pada Selasa, 2 Juni 2026. Barang bukti yang menjadi pertimbangan meliputi hasil tes urine, dokumentasi pemeriksaan urine, rekap absensi, dan riwayat hukuman disiplin yang pernah dijatuhkan pada tahun 2016 dan 2023.

Dengan penahanan ini, Bareskrim berharap dapat mengungkap jaringan narkoba yang lebih luas di Samarinda dan sekitarnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga