Rumah Kebanjiran Saat Lebaran, Warga Ciracas Tetap Bersyukur Bisa Salat Id
Rumah Kebanjiran Saat Lebaran, Warga Ciracas Tetap Bersyukur

Rumah Kebanjiran Saat Lebaran, Warga Ciracas Tetap Bersyukur Bisa Salat Id

Feri (51), seorang warga Ciracas, Jakarta Timur, mengalami musibah banjir yang merusak momen Lebaran keluarganya. Alih-alih bisa bersilaturahmi dan berziarah seperti tahun-tahun sebelumnya, ia harus berjibaku membersihkan rumah dari lumpur dan pasir yang membanjiri kediamannya.

Rencana Silaturahmi Berubah Jadi Perjuangan

Biasanya, hari kedua Lebaran dihabiskan Feri dengan mengunjungi rumah kerabat dan berziarah ke makam keluarga. Namun, tahun ini, baju kokonya harus diganti dengan pakaian lusuh untuk menghadapi genangan air yang masih menggenangi jalan depan rumahnya. "Biasanya ke rumah Bapak aja, ke paman-paman, keliling, nyekar. Tapi hari ini nggak bisa, badan udah nggak kuat," ujar Feri dengan nada lelah.

Banjir Datang Cepat di Momen Berkumpul Keluarga

Banjir terjadi saat Feri dan keluarganya sedang berkumpul merayakan Lebaran. Meski hujan turun deras, awalnya ia merasa tenang dan tak menduga banjir akan separah itu. "Sekitar jam 6 sore airnya cepet banget naiknya, terus pada naik ke lantai 2," ceritanya. Semakin malam, genangan air terus merayap masuk, memaksanya bertindak cepat menyelamatkan barang-barang berharga.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
Langkah Penyelamatan Darurat
  • Mengangkat kulkas dan mengikatnya agar tidak rubuh diterjang arus
  • Memindahkan barang-barang dari lantai bawah ke lantai dua
  • Bersiap mengungsi atas permintaan pengurus RT dan RW setempat

Mengungsi dan Kembali Membersihkan Reruntuhan

Sekitar pukul 11 malam, Feri dan keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah orang tuanya di Jagakarsa. Keesokan paginya, di hari kedua Lebaran, mereka kembali untuk melihat kondisi rumah. "Jam setengah lima subuh pulang, cuma belum surut. Jam delapan lewat mulai bersih-bersih," tuturnya. Feri memilih segera membersihkan rumah karena menurutnya, jika tidak dimulai, pekerjaan itu tak akan pernah selesai.

Bersyukur di Tengah Musibah

Meski rencana silaturahmi dan nyekar batal, Feri memilih berlapang dada. Baginya, masih bisa melaksanakan salat Id bersama keluarga di momen Lebaran adalah nikmat terbesar. "Beda nggak beda ya sama saja menurut saya, nikmatin saja hidup. Yang penting kemarin sudah sempat salat Id bareng keluarga," ungkapnya dengan penuh syukur.

Bagian paling melelahkan dari proses pembersihan adalah membersihkan lumpur dan pasir yang mengendap di lantai. Namun, semangat Feri tak surut. Ia menganggap rumahnya sebagai satu-satunya tempat tinggal yang harus diperjuangkan. Kisahnya menjadi pengingat tentang arti kebersyukuran dan ketangguhan di tengah ujian alam yang tak terduga.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga