Dedi Mulyadi Soroti Perebutan Kewenangan Ancam Satwa di Bandung Zoo
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara tegas menyoroti persoalan serius dalam pengelolaan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo. Ia mengungkapkan bahwa perebutan kewenangan dan ego sektoral di antara berbagai pihak telah menciptakan konflik kepentingan yang merugikan.
Dampak Konflik pada Kesejahteraan Satwa
Menurut Dedi, tarik-menarik kepentingan ini tidak hanya menghambat operasional kebun binatang, tetapi juga berdampak langsung pada kondisi satwa. "Keselamatan satwa tidak boleh dikorbankan hanya karena tarik-menarik kewenangan antar pihak," tegasnya dalam pernyataan resmi. Ia menekankan bahwa fokus utama seharusnya adalah perlindungan dan kesejahteraan hewan, bukan kepentingan kelompok tertentu.
Konflik tersebut bahkan berujung pada insiden tragis, yaitu kematian dua anak harimau yang sempat menjadi sorotan publik. Dedi menilai hal ini sebagai bukti nyata dari dampak serius yang ditimbulkan oleh ketidakselarasan dalam pengelolaan.
Pentingnya Kolaborasi untuk Perlindungan Satwa
Gubernur Jawa Barat itu mengingatkan semua pihak untuk segera mengesampingkan ego sektoral dan bekerja sama demi kebaikan bersama. Perlindungan satwa harus menjadi prioritas utama, mengingat kebun binatang berfungsi sebagai tempat konservasi dan edukasi bagi masyarakat.
Dedi Mulyadi berharap agar konflik ini dapat diselesaikan dengan cepat melalui dialog dan koordinasi yang lebih baik. Ia menegaskan bahwa tanpa perubahan, kondisi satwa di Bandung Zoo berisiko semakin memburuk, yang dapat memengaruhi reputasi institusi tersebut di mata publik.



