Korlantas Intensifkan Pengawasan Lalu Lintas dengan Drone ETLE di Tol Cibiru-Cileunyi
Korlantas Gunakan Drone ETLE Pantau Lalu Lintas di Tol Cibiru-Cileunyi

Korlantas Optimalkan Teknologi Drone untuk Pantau Lalu Lintas di Kawasan Strategis

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri terus meningkatkan intensitas pengawasan arus kendaraan dengan memanfaatkan teknologi canggih ETLE Drone Patrol Presisi. Fokus pemantauan saat ini dilakukan di kawasan strategis Exit Tol Cibiru-Cileunyi, yang dikenal sebagai salah satu simpul krusial pertemuan arus kendaraan dari jalan tol menuju jalur arteri.

Pemantauan Real-Time untuk Antisipasi Gangguan

Melalui penerbangan drone tersebut, petugas memperoleh gambaran visual secara real time mengenai volume kendaraan, kepadatan di titik keluar-masuk tol, serta pola pergerakan arus pada jam sibuk. Perspektif udara memberikan cakupan luas yang memungkinkan deteksi dini terhadap potensi perlambatan maupun hambatan lalu lintas, sehingga langkah antisipatif dapat segera diambil untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran.

Kegiatan ini dilaksanakan atas arahan Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho, dengan koordinasi Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Faizal, serta dukungan teknis Kasubdit Dakgar Ditgakkum Korlantas Polri Kombes Dwi Sumrahadi Rakhmanto. Sinergitas ini memastikan pelaksanaan pemantauan berjalan secara sistematis, presisi, dan terintegrasi dalam sistem informasi lalu lintas nasional.

Penindakan dan Transformasi Digital di Bidang Lalu Lintas

Selain fungsi monitoring, kegiatan ini juga disertai dengan penindakan terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan dan mengganggu kelancaran arus. Penegakan hukum dilakukan secara profesional dan berbasis sistem ETLE yang transparan serta akuntabel, dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis dan edukatif kepada pengguna jalan.

Optimalisasi ETLE Drone Patrol Presisi di Exit Tol Cibiru-Cileunyi menjadi bagian dari komitmen Korlantas Polri dalam mendorong transformasi digital di bidang lalu lintas. Dengan penguatan pemantauan sebagai prioritas utama, diharapkan setiap potensi gangguan dapat diantisipasi secara cepat dan tepat demi terciptanya situasi lalu lintas yang aman dan lancar bagi seluruh pengguna jalan di Indonesia.

Langkah ini juga sejalan dengan persiapan operasi mudik seperti Operasi Ketupat 2026, di mana pengawasan ketat diperlukan untuk memastikan keselamatan pemudik. Penggunaan teknologi drone diharapkan dapat menjadi model untuk diterapkan di titik-titik rawan lainnya di seluruh negeri.