Polsek Pasar Kemis, Polresta Tangerang, tengah mendalami kasus seorang tetangga yang menyiramkan air kepada orang yang melintas untuk menunaikan salat. Perbuatan tersebut memicu cekcok dengan warga di Pondok Makmur, Kelurahan Kutabaru, Pasar Kemis.
Kronologi Kejadian
Kapolsek Pasar Kemis AKP Humaedi mengungkapkan bahwa pria berinisial A (42) berulang kali menyiramkan air kepada warga yang lewat. Tindakan itu membuat warga resah hingga mereka mendatangi rumah A. "Warga resah dengan aktivitas pembuangan air tersebut. Warga pun mendatangi rumah A dan sempat terjadi cekcok. Namun kemudian diselesaikan di Polsek Pasar Kemis," kata Humaedi pada Selasa (2/6/2026).
Mediasi Sebelumnya
Mediasi antara A dan warga telah dilakukan pada Rabu (30/4). Dalam pertemuan tersebut, A diminta untuk tidak mengulangi perbuatannya. "Pada pertemuan itu sudah terjadi kesepakatan dan saudara A tidak diperbolehkan melakukan penyiraman lagi," ujar Humaedi.
Namun, penyiraman kembali terjadi. Warga pun kembali mendatangi kediaman A. Humaedi menyesalkan peristiwa tersebut terulang kembali dan bahkan berujung pada kontak fisik. "Saudara A mengaku menerima kekerasan hingga membuat laporan ke Polsek Pasar Kemis," tambahnya.
Penyelidikan Polisi
Polisi kini menyelidiki duduk perkara peristiwa ini, termasuk motif A menyiram jalan, jenis air yang disiramkan, serta dugaan pemukulan yang diklaim dialami A. Air yang digunakan diduga merupakan bekas mandi anjing dan bekas mengelap kotoran anjing.
Viral di Media Sosial
Sebelumnya, video viral di TikTok memperlihatkan tetangga yang selalu menyiram air ke jalan dan ke orang yang akan berangkat salat di Kabupaten Tangerang. Rekaman CCTV menunjukkan pemilik rumah, baik pria maupun wanita, menyiram air saat jam-jam salat Magrib. Beberapa video memperlihatkan orang terkena siraman dan kemudian menegur, namun pelaku malah memaki.
Kejadian ini dikabarkan telah berlangsung selama tiga tahun, sejak 2023. Pada 30 Mei 2026 pukul 23.00 WIB, warga menggeruduk pasangan suami istri tersebut dan membawa mereka ke ruang pertemuan karena seorang warga kembali terkena siraman.



