Keji! Pemutilasi di Bekasi Buang Potongan Tubuh Korban Terpisah 2 Kilometer
Polisi berhasil mengungkap tindakan keji dua pria berinisial S dan DS yang membunuh dan memutilasi rekan kerjanya, AH (39). Jasad korban ditemukan dalam freezer di sebuah kios ayam geprek di Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Setelah melakukan pembunuhan, pelaku dengan sadis memutilasi tubuh korban dan membuang potongan-potongannya di dua lokasi berbeda di Kabupaten Bogor.
Potongan Tubuh Ditemukan di Dua Titik Berbeda
Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo, mengonfirmasi bahwa beberapa potongan tubuh korban dibuang di sejumlah lokasi dan ditemukan di dua titik berbeda di wilayah Kabupaten Bogor. Tangan kanan, tangan kiri, kaki kanan, dan kaki kiri ditemukan di kebun bambu di pinggir Jalan Gunung Batu Puncak 2, Desa Selawangi, Kecamatan Cariu pada Minggu (29/3) pukul 18.00 WIB.
Potongan tubuh tersebut ditemukan dalam bungkusan plastik berwarna merah. Tak lama kemudian, pada pukul 19.00 WIB, di lokasi yang sama ditemukan tas berwarna abu-abu berisi satu potongan paha bagian atas. Sementara itu, potongan paha lainnya ditemukan di tumpukan sampah di Jalan Sawangi Cariu, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor.
"Berjarak sekitar 2 kilometer dari lokasi penemuan pertama. Di lokasi tersebut, pada pukul 20.30 WIB, ditemukan satu potongan paha bagian atas lainnya di tumpukan sampah," jelas Andaru Rahutomo.
Alasan Korban Dibunuh: Menolak Ajakan Mencuri
Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, mengungkapkan bahwa kedua pelaku awalnya mengajak korban—yang juga rekan kerjanya—untuk melakukan kejahatan pencurian. Namun, korban menolak ajakan tersebut, yang akhirnya memicu niat jahat pelaku untuk membunuhnya.
"Mereka sama-sama karyawan di sana. Kemudian yang satu, yang korban itu diajak untuk melakukan kejahatan, tapi menolak. Sehingga yang dua orang ini membunuh si korban tersebut," kata Iman Imanuddin kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta Pusat, Selasa (31/3).
Iman menambahkan bahwa awalnya dua pelaku, S dan DS alias DNS, mengajak korban AH untuk mencuri mobil milik majikan atau pemilik kios ayam geprek. Namun, karena pengamanan yang cukup ketat, rencana mereka bergeser untuk mencuri motor milik korban.
"Awalnya yang mau diambil itu adalah mobil. Tapi karena ada pengamanan yang cukup lumayan ketat sehingga yang rencananya awalnya mobil, bergeser ke motor," jelasnya. Meskipun demikian, korban tetap menolak ajakan tersebut, yang berujung pada pembunuhan dan mutilasi yang keji.
Kasus ini mengguncang masyarakat dan menjadi sorotan polisi dalam upaya penegakan hukum terhadap tindak kriminal yang brutal. Investigasi lebih lanjut masih dilakukan untuk mengungkap detail-detail lain dari kejadian mengerikan ini.



