Napi Korupsi Viral Nongkrong di Coffee Shop Dipindahkan ke Nusakambangan, Pejabat Dialihtugaskan
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (KemenImipas) telah memindahkan narapidana kasus korupsi pertambangan di Kolaka Utara berinisial S ke Lapas Nusakambangan. Pemindahan ini dilakukan setelah video yang menunjukkan S sedang nongkrong di sebuah coffee shop di Kendari menjadi viral di media sosial.
Pemeriksaan Intensif Terhadap Petugas dan Pejabat
Kasubdit Kerjasama KemenImipas, Rika Aprianti, menyatakan bahwa selain memindahkan narapidana, pihaknya juga melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap dua pejabat struktural terkait dan Kepala Rutan. Mereka telah dialihtugaskan ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk memfasilitasi pemeriksaan oleh Satuan Operasional Kepatuhan Internal Ditjenpas.
Rika menegaskan bahwa pemeriksaan ini bertujuan untuk mengungkap kemungkinan pelanggaran yang terjadi. "Apabila terbukti adanya pelanggaran, baik warga binaan maupun petugas akan diberikan sanksi sesuai peraturan," tegasnya dalam keterangan resmi.
Kronologi Kejadian Viral
Video viral tersebut direkam pada Selasa, 14 April 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam rekaman, S terlihat berjalan santai menuju coffee shop di Kota Kendari, didampingi oleh satu orang berseragam biru. Kejadian ini memicu sorotan publik dan mendorong Ditjenpas untuk turun tangan.
Tim gabungan Satuan Operasional Kepatuhan Internal Ditjenpas dan Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara segera melakukan investigasi menyeluruh. Pemeriksaan mencakup semua pihak terkait, mulai dari narapidana hingga petugas pengawalan.
Sanksi Tegas dan Tindakan Lanjutan
Rika mengungkapkan bahwa arahan dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan sangat jelas: pemeriksaan akan dilakukan secara komprehensif. "Pemeriksaan dilakukan mulai dari Kepala Rutan, Kepala Pengamanan, hingga petugas pengawal," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa jika ditemukan pelanggaran, tindakan tegas akan diambil, termasuk kemungkinan pencopotan jabatan. Langkah ini menunjukkan komitmen KemenImipas dalam menjaga integritas dan kepatuhan di lingkungan pemasyarakatan.
Insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap narapidana, terutama yang terlibat dalam kasus korupsi. Pemindahan ke Lapas Nusakambangan, yang dikenal sebagai lapas maksimum, diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.



