Nadiem Makarim Ungkap Pernah Alami Pendarahan Saat Sidang Korupsi Chromebook
Nadiem Alami Pendarahan Saat Sidang Korupsi Chromebook

Nadiem Makarim Ungkap Kondisi Kesehatan di Sidang Korupsi Chromebook

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengalami pendarahan dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Pengakuan mengejutkan ini disampaikan Nadiem dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Pengadilan Tipikor Jakarta, pada Senin, 23 Februari 2026.

Hakim Tanyakan Kondisi Kesehatan Nadiem

Sebelum sidang dimulai, ketua majelis hakim Purwanto S Abdullah menanyakan kondisi kesehatan Nadiem Makarim. "Untuk hari ini Saudara terdakwa sehat?" tanya Purwanto. Nadiem dengan tenang menjawab, "Sehat, Yang Mulia. Terima kasih. Siap menjalani sidang." Namun, pertanyaan lebih lanjut dari hakim mengungkap fakta yang tidak terduga.

Hakim kemudian menanyakan apakah Nadiem pernah menjalani pembantaran selama proses hukum berlangsung. Nadiem mengakui bahwa dirinya sempat mengalami pendarahan dan harus dibantarkan selama empat hari untuk menjalani perawatan medis di rumah sakit. "Ada, Yang Mulia. Ada empat hari untuk menerima perawatan karena saya mengalami pendarahan. Tapi alhamdulillah di rumah sakit berhasil ditangani, dari hari Rabu sampai dengan hari Minggu," jelas Nadiem.

Detail Perawatan dan Kronologi Sidang

Nadiem menjalani perawatan di rumah sakit dari Rabu, 18 Februari 2026, hingga Minggu, 22 Februari 2026. Hakim memastikan kronologi ini dengan bertanya, "Jadi Rabu tanggal 18 masuk rumah sakit dan keluar di tanggal 22 hari Minggu?" Nadiem membenarkan pernyataan tersebut dengan jawaban singkat, "Betul, Pak."

Dalam sidang yang digelar hari ini, jaksa penuntut umum menghadirkan sepuluh orang saksi untuk memperkuat dakwaan. Kasus ini menyangkut dugaan korupsi dalam proyek pengadaan laptop Chromebook saat Nadiem menjabat sebagai Mendikbudristek. Proyek tersebut diduga menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 2,1 triliun, sebuah angka yang sangat signifikan dan menarik perhatian publik.

Perkembangan Hukum dan Eksepsi yang Ditolak

Nadiem Makarim sebelumnya telah mengajukan eksepsi atau keberatan atas dakwaan yang ditujukan kepadanya. Namun, majelis hakim memutuskan untuk menolak eksepsi tersebut dan memerintahkan agar sidang dilanjutkan ke tahap pembuktian. Keputusan ini menandakan bahwa proses hukum akan berlanjut dengan penyajian bukti-bukti lebih lanjut dari kedua belah pihak.

Kasus korupsi Chromebook ini telah menjadi sorotan media dan masyarakat karena melibatkan mantan pejabat tinggi pemerintah. Sidang hari ini tidak hanya membahas aspek hukum, tetapi juga mengungkap sisi personal Nadiem terkait kondisi kesehatannya. Pengakuan tentang pendarahan dan perawatan rumah sakit menambah dimensi baru dalam proses persidangan yang sudah berlangsung panas.

Dengan adanya pengakuan ini, sidang selanjutnya dipastikan akan terus memantau perkembangan kesehatan Nadiem sambil menjalani proses hukum. Publik kini menunggu bagaimana sidang pembuktian akan berlangsung dan apakah kondisi kesehatan Nadiem akan mempengaruhi jalannya persidangan ke depan.