Menteri PU Dody Hanggodo Konfirmasi Keberadaan Deep State di Kementerian
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo secara terbuka mengungkap adanya deep state di lingkungan Kementerian PU. Pernyataan ini disampaikan usai ia membaca draf laporan terkait dugaan penyimpangan anggaran yang mencapai 50 halaman. Dody mengaku menemukan banyak keanehan dalam laporan tersebut, yang diterimanya sejak pagi hari.
Deep State dan Dirjen Untouchable Dikonfirmasi
Dalam keterangannya di Solo, Jawa Tengah, pada Minggu (29/3/2026), Dody menyatakan, "Saya hanya mau mengkonfirmasikan apa yang disampaikan Bapak Prabowo Subianto itu sangat-sangat benar, deep state itu ada di semua kementerian, terutama PU." Ia juga mengakui keberadaan sosok Dirjen yang dianggap kebal hukum atau untouchable, dengan menyebut bukti-bukti dalam laporan itu sangat jelas.
Dody menambahkan, "Saya sudah merasa ada deep state di Kementerian PU tapi saya nggak pernah mengira sejauh ini mereka beraninya, even ke Menteri nggak peduli. Saya benar-benar nggak mengira, kaget aja." Ia berencana memanggil Inspektur Jenderal Kementerian PU pada Senin (30/3) untuk membahas lebih lanjut draf laporan ini.
Langkah-Langkah Penanganan dan Audit Internal
Sebagai upaya mengamankan anggaran dari korupsi, Dody akan menggunakan wewenangnya sebagai Menteri untuk melakukan audit secara internal. Langkah pertama yang telah diambil adalah melakukan rotasi jabatan atau tour of duty di posisi-posisi kunci seperti Kepala Baleg, Kasatker, dan PPK. Ia menjelaskan, "Sebetulnya yang paling mudah itu sering-sering ganti Kepala Baleg, Kasatker, PPK, karena uangnya di situ kan. Uangnya memang muter di PPK, Kasatker, Kepala Baleg, tapi memang ada alirannya ke atas."
Dody menyinggung bahwa penyelewengan anggaran telah menjadi kebiasaan di Kementerian PU, yang kini menjadi pekerjaan rumah untuk dibenahi. "Aliran itu sudah biasa, kebiasaan yang tidak boleh dilanjutkan dan tidak seharusnya lagi dikerjakan," ujarnya.
Dukungan dari Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menyinggung adanya Dirjen yang melawan Menteri dalam wawancara di kediamannya di Hambalang pada Selasa (17/03). Ia menekankan pentingnya pembenahan internal di setiap institusi, dengan mengatakan, "Makanya saya, semua kawan-kawan di semua lembaga saya tanya, You bersihkan dirimu, atau You nanti akan dibersihkan."
Prabowo juga memberikan contoh langkah Menteri PU Dody Hanggodo, yang telah memecat dua Dirjen sebagai bagian dari upaya bersih-bersih. "Kalau Anda lihat Menteri PU saya sekarang, Pak Dody ya, orangnya kan baik, tapi ada yang mau main-main, dia praaak, dia pecat dua dirjen," jelasnya. Namun, ia mengakui proses ini tidak mudah, dengan adanya tantangan seperti resistensi dari dalam institusi dan deep state.
Presiden menegaskan, "Kita menemukan deep-state, kita menemukan ada dirjen-dirjen yang berani melawan menteri. Akhirnya kita pecatkan banyak sekali dirjen-dirjen. Ada dirjen-dirjen yang merasa untouchable. Ada lembaga-lembaga yang merasa tidak boleh diaudit. Ini pekerjaan tidak ringan." Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas dan transparansi di lingkungan pemerintahan.



