KPK Amankan Adik Bupati Tulungagung dalam Operasi Tangkap Tangan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Tulungagung, Jawa Timur, yang menjerat Bupati Gatut Sunu Wibowo dan sejumlah pejabat daerah. Dalam aksi tersebut, KPK juga mengamankan Jatmiko Dwi Seputro, adik kandung Bupati Gatut, yang merupakan anggota DPRD Tulungagung periode 2024–2029 dari PDI Perjuangan.
13 Orang Dibawa ke Jakarta untuk Pemeriksaan
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan bahwa total 13 orang telah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Mereka terdiri dari Bupati Gatut Sunu Wibowo, 11 pejabat dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, dan satu pihak lainnya di luar pemkab, yaitu Jatmiko Dwi Seputro.
Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung Erma Susanti mengaku telah mengetahui penangkapan kader partainya tersebut. "Iya, sementara kami menghormati dan mencermati proses di KPK," ujarnya seperti dilansir Antara pada 11 April 2026. Erma menambahkan bahwa partai masih menunggu keputusan KPK terkait status hukum Jatmiko, apakah akan ditetapkan sebagai saksi atau tersangka dalam kasus ini.
Dugaan Suap Ratusan Juta Rupiah
OTT ini dilakukan KPK pada Jumat (10/4) sore, di mana penyidik berhasil mengamankan uang tunai senilai ratusan juta rupiah yang diduga sebagai hasil suap. Pascapenangkapan, KPK memeriksa 18 orang, sebagian besar merupakan pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Tulungagung.
Pemeriksaan awal dilakukan di Mapolres Tulungagung sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi. Selanjutnya, 12 orang di antaranya, termasuk Bupati Gatut dan adiknya, dibawa ke Jakarta menggunakan bus melalui Bandara Juanda untuk proses penyidikan yang lebih intensif.
Peran Jatmiko Masih Diselidiki
Meski telah diamankan, peran pasti Jatmiko Dwi Seputro dalam konstruksi perkara ini masih belum jelas dan sedang dalam penyelidikan mendalam oleh KPK. Operasi ini menandai upaya keras KPK dalam memberantas korupsi di tingkat daerah, khususnya di Jawa Timur.
Kasus OTT di Tulungagung ini kembali mengingatkan publik akan pentingnya integritas dalam pemerintahan lokal. Masyarakat setempat kini menanti perkembangan lebih lanjut dari proses hukum yang dijalankan KPK terhadap para tersangka.



