Korban Banjir Bandang Sumatra: 1.205 Meninggal dan 339 Masih Hilang
Jakarta - Kepala Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatra, Tito Karnavian, memaparkan data terkini korban bencana banjir bandang yang melanda wilayah Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat. Dalam rapat dengan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (18/2), Tito mengungkapkan bahwa total korban meninggal mencapai 1.205 orang, sementara 339 orang masih dinyatakan hilang.
Rincian Korban Meninggal dan Hilang
Data rinci menunjukkan distribusi korban di tiga provinsi terdampak:
- Sumatra Barat: 267 orang meninggal dan 70 orang hilang.
- Sumatra Utara: 376 orang meninggal dan 40 orang hilang.
- Aceh: 562 orang meninggal dan 29 orang hilang.
Bencana ini melanda 52 Kabupaten/Kota di seluruh Sumatra, dengan dampak mencakup 491 kecamatan dan 4.511 desa. Tito menekankan bahwa kerusakan tidak hanya terjadi pada permukiman warga, tetapi juga meluas ke fasilitas publik.
Kerusakan Infrastruktur dan Fasilitas
Banjir bandang menyebabkan kerusakan parah pada berbagai aspek infrastruktur. Menurut laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tamiang pada Kamis (4/12) malam, setidaknya 2.698 rumah warga di Aceh Tamiang mengalami kerusakan berat. Secara keseluruhan, diperkirakan sekitar 30.000 rumah rusak di seluruh wilayah terdampak, dengan klasifikasi ringan, sedang, hingga berat.
Fasilitas pendidikan dan kesehatan juga terdampak signifikan. Infrastruktur jalan dan jembatan banyak yang rusak atau roboh, bahkan fasilitas ibadah seperti masjid dan gereja turut mengalami kerusakan. Situasi ini memperparah kondisi masyarakat yang sudah terdampak bencana.
Jumlah Pengungsi dan Wilayah Terdampak
Data pengungsi menunjukkan penurunan, namun masih ada ribuan orang yang tinggal di tenda darurat:
- Aceh: Sebanyak 12.144 pengungsi, dengan konsentrasi terbesar di Aceh Utara (5.197 orang). Wilayah lain seperti Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur juga mencatat jumlah pengungsi yang signifikan.
- Sumatra Utara: Terdapat 850 pengungsi yang masih bertahan di tenda, terutama di daerah Tapanuli Tengah (Tapteng) akibat banjir susulan.
- Sumatra Barat: Berdasarkan catatan terbaru, tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di tenda, menandakan kemajuan dalam proses pemulihan.
Di Aceh, bencana ini melanda 18 Kabupaten/Kota, 203 kecamatan, dan 3.046 desa. Sementara di Sumatra Utara, 18 dari 33 Kabupaten/Kota terdampak, dan di Sumatra Barat, 16 dari 19 Kabupaten mengalami dampak serius.
Upaya Pemulihan dan Tantangan Ke Depan
Pemerintah melalui Satgas PRR Sumatra terus berupaya mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Fokus saat ini adalah memulihkan ekonomi dan layanan dasar di wilayah terdampak. Meskipun jumlah pengungsi telah berkurang, tantangan besar masih dihadapi, terutama dalam perbaikan rumah dan infrastruktur yang rusak.
Data ini diperbarui hingga Rabu (18/2) dan diharapkan dapat menjadi acuan bagi langkah-langkah penanganan bencana yang lebih terintegrasi. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeologi di masa mendatang, mengingat kerentanan wilayah Sumatra terhadap fenomena alam ekstrem.



