Andre Rosiade: 'Tuan Takur' Pemalak Pedagang di Pasar Padang Diperiksa Polisi
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengungkap perkembangan terkini dalam kasus dugaan pemerasan yang menimpa para pedagang di Pasar Raya Padang. Sosok pelaku yang dikenal dengan sebutan 'tuan takur' saat ini telah menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian.
Pelaku dan Dua Orang Terkait Sudah Dipanggil
Andre Rosiade menyatakan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, satu orang berinisial M serta dua orang lain yang diduga terlibat dalam kasus ini telah dipanggil dan diperiksa oleh Polresta Padang. Ia mengimbau para pedagang agar tidak takut untuk memberikan keterangan, sehingga kasus ini dapat diusut hingga tuntas.
"Pedagang tidak perlu takut bersaksi. Negara harus hadir melindungi masyarakat dari praktik pemalakan, baik oleh preman pasar maupun preman berdasi," tegas Andre Rosiade kepada wartawan pada Selasa, 17 Februari 2026.
Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
Sebagai Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat, Andre menegaskan bahwa pemerintah harus memastikan tidak ada intimidasi atau pungutan liar yang merugikan pedagang kecil. Ia menilai penegakan hukum harus berjalan tanpa pandang bulu, termasuk dalam memberantas korupsi dan praktik penindasan terhadap masyarakat.
"Sudah banyak koruptor besar ditangkap di era Presiden Prabowo. Apalagi hanya sebatas Tuan Takur yang diduga pegawai honorer di Dinas Perdagangan maupun preman pasar lainnya yang menjadi tukang palak para pedagang," ujarnya.
Permintaan Tegas kepada Wali Kota Padang
Andre Rosiade juga meminta Wali Kota Padang, Fadly Amran, untuk bersikap tegas jika ada aparatur yang terbukti terlibat dalam kasus ini. "Saudara Wali Kota Padang ditunggu nyalinya untuk memecat yang bersangkutan. Jangan kura-kura dalam perahu, karena ini sudah menjadi rahasia umum di Pasar Raya Padang," kata Andre.
Komitmen Pengawasan dari DPR RI
Andre berharap penanganan kasus ini berjalan secara transparan dan dapat memberikan rasa aman bagi para pedagang di Pasar Raya Padang. Ia menegaskan bahwa DPR RI akan terus mengawal proses ini untuk memastikan tidak ada lagi praktik pemalakan atau intimidasi terhadap masyarakat kecil di Sumatera Barat.
Kasus ini sebelumnya telah menjadi perhatian Andre Rosiade, yang diketahui telah menemui Kapolda Sumatera Barat, Irjen Gatot Tri Suryanta, pada Rabu, 11 Februari 2026, untuk melaporkan dugaan pemalakan yang dilakukan oleh 'tuan takur' terhadap pedagang di Pasar Raya Padang.