Aipda Santho Simanjuntak: Teladan Disiplin Anggaran yang Raih Penghargaan Nasional
Aipda Santho Simanjuntak telah membuktikan bahwa integritas dan kedisiplinan dalam mengelola keuangan dapat membuahkan hasil gemilang. Sebagai bendahara di Polres Kapuas, Kalimantan Tengah, ia berhasil meraih capaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) sempurna selama tiga tahun berturut-turut, yakni pada 2022, 2023, dan 2024. Prestasi ini mengantarkannya pada penghargaan 'Bendahara Satker Terbaik' dalam program Hoegeng Awards 2026, yang diusulkan oleh sahabatnya, Mutiq Kartika.
Testimoni Kejujuran dan Tanggung Jawab
Mutiq Kartika, yang telah mengenal Santho sejak masa SMA di Palangkaraya, menggambarkannya sebagai sosok yang jujur, bertanggung jawab, dan tidak pernah berbuat macam-macam. "Orangnya baik. Sampai sekarang pun masih berhubungan baik dengan semua orang, termasuk teman-teman. Enggak pernah yang macam-macam," ujar Mutiq kepada detikcom. Ia juga menceritakan bagaimana Santho langsung membantu saat ada teman yang mengalami kecelakaan, menunjukkan sifatnya yang peduli dan responsif.
Konfirmasi Kinerja Sempurna dari KPPN
Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Palangkaraya mengonfirmasi bahwa Polres Kapuas memang telah mencapai IKPA sempurna dengan nilai 100 pada tahun 2025. Penilaian ini mencerminkan kualitas yang sangat baik dalam pelaksanaan anggaran, yang meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan, dan hasil. IKPA sendiri adalah indikator yang ditetapkan Kementerian Keuangan untuk mengukur kinerja anggaran di berbagai lembaga negara.
Strategi Pengelolaan Anggaran yang Efektif
Dalam wawancara dengan Hoegeng Corner 2025, Aipda Santho menjelaskan rahasia di balik kesuksesannya. Ia menekankan pentingnya koordinasi rutin dengan KPPN setempat dan memastikan bahwa output yang dihasilkan sesuai dengan rencana awal. "Capaian outputnya harus sesuai dengan apa yang kita rencanakan. Target-target yang sudah direncanakan terpenuhi semua, maka kami nilainya sempurna," jelasnya.
Total anggaran yang dikelola Polres Kapuas pada 2024 mencapai Rp 56 miliar, dengan penyerapan hampir 100% untuk belanja pegawai dan barang. Santho menerapkan sistem distribusi langsung ke rekening penerima anggaran untuk menghindari human error dan mark-up. "Misalkan mereka menyerap anggaran patroli, itu kami langsung kirim ke rekening penerima. Yang melaksanakan kegiatan," tuturnya.
Prinsip Kerja dan Penghargaan yang Diraih
Aipda Santho mengaku bahwa pencapaian ini bukanlah usaha individu, melainkan hasil kerja sama tim dengan motto 'Sukses Melalui Kebersamaan'. Atas kinerjanya, ia menerima penghargaan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kapolda Kalimantan Tengah, dan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalteng. Ia juga bertekad untuk tetap konsisten menerapkan disiplin anggaran di mana pun bertugas, mengingat pengalamannya selama 19 tahun di bidang keuangan.
Kunci Sukses: Iman dan Kedekatan dengan Tuhan
Santho menegaskan bahwa kunci utama dalam pengelolaan anggaran adalah kedekatan dengan Tuhan, yang memberinya ketakutan untuk melakukan penyimpangan. "Kita harus dekat sama Tuhan, agar jalannya dilapangkan dalam urusan apapun. Saya berdoa kepada Tuhan Yesus Kristus supaya disabarkan melaksanakan anggaran ini dengan lancar, aman, tertib, terpercaya, dan transparan," pungkasnya. Prinsip ini telah membimbingnya untuk menjaga integritas dan kinerja yang luar biasa dalam tugasnya.
