Viral Pemotor Dicegat Debt Collector di Rawamangun, Polisi Selidiki
Viral Pemotor Dicegat Debt Collector di Rawamangun

Sejumlah debt collector kembali berulah dengan mencegat pengendara motor di kawasan Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur. Aksi mereka terekam dan viral di media sosial, mendorong polisi turun tangan melakukan penyelidikan.

Kronologi Kejadian

Peristiwa terjadi pada Kamis, 18 Juni 2026, di Jalan Pemuda Asli IV RT 10/03, Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur. Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Made Budi, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan polisi telah melakukan pengecekan setelah video beredar luas.

Korban berinisial HF saat itu mengendarai sepeda motor bersama keponakannya menuju Puskesmas Kelurahan Rawamangun. Di perjalanan, korban merasa terus diikuti sejak melintas di Jalan Pemuda hingga tiba di puskesmas. Saat perjalanan pulang menuju rumah, tepatnya di Jalan Kayu Jati Raya, korban dihentikan sekitar enam orang yang diduga debt collector.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Adu Mulut soal Plat Nomor

Menurut AKP Made Budi, para debt collector mempertanyakan nomor pelat kendaraan yang dinilai tidak sesuai dengan jenis sepeda motor yang dikendarai korban. Korban menyarankan agar persoalan tersebut dibicarakan langsung dengan orang tuanya yang berada di Jalan Pemuda Asli IV. Sesampainya di lokasi, ayah korban terlibat adu mulut dengan para debt collector.

“Sempat terjadi adu mulut antara kedua belah pihak. Lalu pihak debt collector pergi meninggalkan lokasi dan unit sepeda motor tidak diambil,” ujar Made dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).

Polisi Masih Lidik

Polisi masih mendalami peristiwa tersebut. “Kasus ini masih tahap lidik,” tandas Made. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi dari korban ke polres setempat, namun penyelidikan terus dilakukan.

Dalam video yang beredar, terlihat dua orang debt collector mengadang laju motor korban. Seorang warga datang mencoba melerai dan terlibat adu argumen dengan debt collector. Warga tersebut meyakini motor korban sudah tidak memiliki tunggakan, namun debt collector bersikeras kendaraan harus disita karena masih menunggak pembayaran.

Peristiwa ini menambah daftar panjang aksi debt collector yang meresahkan masyarakat. Polisi mengimbau korban penagihan utang yang tidak sesuai prosedur untuk segera melapor.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga