Tim Advokasi Desak TNI Rilis Foto Prajurit Pelaku Kasus Air Keras Andrie Yunus
Tim Advokasi Desak TNI Rilis Foto Prajurit Pelaku Kasus Air Keras

Tim Advokasi Desak TNI Rilis Foto Prajurit Pelaku Kasus Air Keras Andrie Yunus

Jakarta - Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) mendesak Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI untuk bersikap transparan dan akuntabel dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Mereka mendorong Puspom TNI merilis foto keempat prajurit yang telah ditetapkan sebagai tersangka ke hadapan publik, agar kebenaran kasus ini dapat diverifikasi secara independen oleh masyarakat.

Permintaan Transparansi dan Investigasi Independen

Dalam keterangan resmi yang dikeluarkan pada Senin (23/1/2026), TAUD menyatakan telah mengikuti perkembangan penyelidikan oleh Puspom TNI, yang mengumumkan pengamanan empat personel TNI sebagai terduga pelaku. Keempat prajurit tersebut diidentifikasi dengan inisial Kapten NDP, Letnan Satu SL, Letnan Satu BHW, dan Sersan Dua ES.

"Oleh sebab itu, kami mendesak Puspom TNI untuk bersikap transparan dan akuntabel dengan merilis foto atau menunjukkan pelaku secara langsung agar dapat diverifikasi kebenarannya oleh masyarakat secara independen," tegas pernyataan TAUD.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

TAUD juga mengungkapkan bahwa mereka telah melakukan investigasi independen untuk mengidentifikasi pelaku yang terlibat dalam penyerangan Andrie Yunus. Investigasi ini mengidentifikasi adanya belasan orang pelaku yang diduga kuat saling berkoordinasi sepanjang malam kejadian, berdasarkan pantauan dari kamera pengawas Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Dugaan Operasi Terstruktur dan Desakan Pengungkapan Aktor Intelektual

Tim Advokasi menilai bahwa penyerangan ini bukanlah tindakan spontan, melainkan bagian dari operasi besar, terstruktur, dan terorganisir yang digerakkan oleh pihak yang memiliki otoritas. Mereka menduga bahwa percobaan pembunuhan berencana terhadap Andrie Yunus melibatkan jaringan yang lebih besar, terlatih, dan sistematis.

"Kami mendesak kepolisian untuk terus melanjutkan penyelidikan guna mencari bukan hanya aktor lapangan, namun juga aktor intelektual yang bertanggung jawab serta aktor-aktor yang memberikan dukungan operasional pada para pelaku," jelas perwakilan TAUD.

Desakan ini muncul sebagai upaya untuk memastikan bahwa seluruh pihak yang terlibat, termasuk otak di balik kejadian, dapat diungkap dan diproses secara hukum.

Latar Belakang Kasus dan Pengembangan Puspom TNI

Sebelumnya, Puspom TNI telah mengumumkan pada konferensi pers Rabu (18/3/2026) bahwa empat prajurit dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Keempat pelaku berinisial NDP, SL, BHW, dan ES ini merupakan anggota Denma BAIS TNI dengan matra angkatan laut (AL) dan angkatan udara (AU).

Danpuspom TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto menyatakan bahwa para tersangka saat ini telah diamankan dan masih didalami oleh Puspom TNI untuk penyelidikan lebih lanjut. Pengumuman ini menegaskan komitmen TNI dalam menangani kasus internal, meski masih mendapat tekanan dari berbagai pihak untuk transparansi lebih lanjut.

Kasus ini terus menjadi sorotan publik, dengan harapan bahwa proses hukum akan berjalan adil dan mengungkap seluruh fakta di balik insiden yang menimpa aktivis KontraS tersebut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga